MEDIAAKSI.COM – Langit malam Indonesia akan dihiasi fenomena astronomi langka pada Minggu, 26 April 2026, yaitu ‘gerhana’ bintang atau okultasi asteroid. Peristiwa langka ini diprediksi terjadi sekitar pukul 19.41 WIB dan dipastikan dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena ini memiliki nilai ilmiah yang penting bagi para astronom. Melalui pengamatan okultasi, para ilmuwan dapat mengumpulkan data yang akurat mengenai ukuran, bentuk, dan karakteristik fisik asteroid, yang seringkali merupakan objek redup dan sulit diamati secara langsung. Pentingnya pengamatan ini diakui oleh Observatorium Bosscha, yang telah menginisiasi sebuah kampanye nasional untuk memantau fenomena okultasi asteroid Strenua. Observatorium Bosscha memimpin sebuah inisiatif besar bertajuk “Kampanye Nasional Pengamatan Fenomena Langit Langka Okultasi Asteroid Strenua”. Kampanye ini melibatkan kolaborasi dari 44 titik pengamatan yang tersebar di 34 institusi, komunitas, dan individu di seluruh penjuru Indonesia. Ini menjadikan salah satu upaya pengamatan astronomi berbasis publik terbesar yang pernah diselenggarakan di negara ini. Observatorium Bosscha sendiri akan mengerahkan empat tim pengamat yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis. Tiga tim akan berada di Jawa Barat, yakni di Lembang (Observatorium Bosscha dan Jayagiri) serta di Ciater, Subang. Sementara itu, satu tim lainnya akan ditugaskan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pemilihan Kupang sebagai salah satu lokasi pengamatan didasari oleh pertimbangan kondisi cuaca yang cenderung lebih baik di wilayah tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengamatan fenomena okultasi ini. Bosscha menjelaskan, “Fenomena ini terjadi ketika asteroid (1201) Strenua melintas di depan bintang HIP 35933 (HD 58050) dan menutupi cahayanya selama beberapa detik.” Asteroid (1201) Strenua sendiri merupakan asteroid sabuk utama yang mengorbit antara Mars dan Jupiter. Dengan mengumpulkan data dari berbagai lokasi pengamatan di seluruh Indonesia, para peneliti nantinya dapat merekonstruksi lintasan bayangan asteroid. Informasi ini sangat krusial untuk mendapatkan gambaran mengenai ukuran, bentuk, dan karakteristik fisik asteroid Strenua dengan tingkat ketelitian yang tinggi.Kampanye Nasional Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua
Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Malam Indonesia 26 April







