KANALBERITA.COM – Indonesia secara resmi memperkenalkan domain .ai.id sebagai identitas digital khusus untuk ekosistem kecerdasan buatan nasional pada Minggu (31/5/2026) guna memperkuat kedaulatan digital di tanah air. Inisiatif yang digarap oleh Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) ini bertujuan memberikan ruang eksklusif bagi para peneliti dan pelaku industri teknologi lokal.
Selama ini, mayoritas perusahaan rintisan serta institusi riset kecerdasan buatan di Indonesia masih menggunakan domain generik .ai yang secara teknis merupakan kode negara Anguilla. Kehadiran domain tingkat kedua berbasis kode negara atau country code top-level domain (ccTLD) ini menjadikannya yang pertama dirancang khusus sebagai identitas digital bagi ekosistem AI suatu negara.
Ketua Umum KORIKA Hammam Riza menjelaskan bahwa kehadiran identitas baru ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di bidang teknologi global. “Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan artifisial,” ucap Hammam dalam keterangannya di Jakarta.
Berdasarkan data Indonesia AI Report 2025, tingkat adopsi teknologi kecerdasan buatan oleh pelaku usaha di tanah air sudah mencapai 45 persen dengan pertumbuhan tahunan sebesar 47 persen. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan laju perkembangan teknologi AI tercepat di kawasan Asia Tenggara.
Tahapan Pendaftaran dan Implementasi Domain Baru
Pihak PANDI telah menyusun jadwal pendaftaran domain .ai.id yang akan dilakukan secara bertahap melalui empat fase utama. Tahap pertama atau fase Sunrise akan dimulai pada 2 Juni hingga 2 Juli 2026 yang dikhususkan bagi para pemilik merek dagang terdaftar agar identitas mereka terlindungi.
Setelah itu, proses berlanjut ke fase Grandfather pada 13 Juli sampai 13 Agustus 2026 bagi para pemilik domain .id aktif. Masyarakat umum yang berminat dapat mulai mendaftar pada fase Landrush mulai 24 Agustus hingga 24 September 2026 dengan skema harga premium sebelum akhirnya dibuka untuk publik secara luas.
Pendaftaran umum atau General Availability akan dibuka secara resmi mulai 5 Oktober 2026 melalui mitra registrar resmi PANDI. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan negara ini menjadi salah satu kekuatan teknologi AI utama di Asia Tenggara pada tahun 2030 mendatang.







