Inovasi Tempe Multibiji Asal Indonesia Raih Pengakuan Bergengsi di Kancah Internasional

Gambar Gravatar

MEDIAAKSI.COM – Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya sukses meraih pengakuan global dalam ajang World University Rankings for Innovation 2026 di Taiwan setelah mengembangkan riset tempe multibiji guna mendukung kesehatan kognitif lansia. Prestasi ini membawa institusi tersebut masuk ke dalam jajaran Top Global 500 dunia berkat inovasi riset yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Pengumuman yang disampaikan di National Chi Nan University tersebut mengukuhkan posisi universitas pada kategori Representative Research Project dan Financial Impact-Driven Technology Transfer. Penilaian dalam ajang internasional ini mencakup berbagai aspek fundamental mulai dari pendidikan, penelitian, teknologi, hingga kontribusi sosial yang berkelanjutan.

Fokus utama penelitian yang mencuri perhatian dunia adalah pengembangan produk tempe fungsional yang mengombinasikan kedelai dengan biji bunga matahari, biji labu, dan kacang adzuki. Formulasi khusus ini diciptakan untuk menjaga fungsi otak pada kelompok lanjut usia melalui konsumsi pangan yang lebih praktis namun tetap kaya nutrisi.

Selain sektor pangan, inovasi lain yang diangkat melibatkan penggunaan teknologi berbasis bakteriofag untuk mendukung industri akuakultur. Teknologi tersebut difungsikan untuk membantu pengendalian patogen pada budidaya skala besar, sehingga keamanan produk pangan hasil laut dapat lebih terjamin.

Dampak Sosial Inovasi Riset Pangan

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni Unika Atma Jaya, Yanti, Ph.D., menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas riset nasional di mata dunia. “Capaian ini menjadi pengakuan atas inovasi perguruan tinggi Indonesia yang mampu menjadi solusi bagi tantangan global,” ujarnya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Menurutnya, setiap penelitian yang dilakukan oleh akademisi harus memiliki nilai guna yang melampaui sekadar catatan di atas kertas atau publikasi jurnal ilmiah. “Bagi Unika Atma Jaya, penelitian tidak berhenti pada jurnal dan publikasi, tetapi harus bisa memberikan dampak sosial dan melahirkan inovasi berkelanjutan,” tuturnya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Berbagai hasil riset tersebut saat ini telah mengantongi publikasi ilmiah internasional serta perlindungan kekayaan intelektual berupa Paten Sederhana Indonesia. Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa produk tradisional seperti tempe dapat bertransformasi menjadi produk inovatif yang kompetitif di tingkat global melalui sentuhan ilmu pengetahuan.

Pos terkait