Mayoritas Gen Z dan Milenial Pilih Simpan Data Penting Secara Digital

Gambar Gravatar

MEDIAAKSI.COM – Generasi Z dan milenial tercatat paling dominan menyimpan data pribadi sensitif dalam format elektronik meskipun risiko keamanan digital masih mengintai. Riset Kaspersky menunjukkan tren ini didorong oleh kenyamanan teknologi yang membuat 90 persen anak muda mulai meninggalkan metode penyimpanan konvensional di Jakarta.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa sebanyak 84 persen responden secara umum telah beralih ke format digital untuk menyimpan KTP, informasi kesehatan, hingga detail keuangan. Berbeda dengan generasi muda, hampir 30 persen responden berusia di atas 55 tahun masih lebih percaya pada catatan fisik atau kertas untuk mendokumentasikan informasi rahasia mereka.

Di Indonesia, pola penyimpanan data digital menunjukkan angka yang cukup tinggi dengan rincian 61 persen pengguna memanfaatkan perangkat keras atau komputer personal. Selain itu, 61 persen masyarakat tanah air juga mulai mengandalkan layanan cloud untuk mengamankan berbagai dokumen penting agar lebih mudah diakses.

Bacaan Lainnya

Meskipun praktis, setiap metode penyimpanan digital memiliki keterbatasan tertentu seperti kerentanan terhadap akses tidak sah maupun kerusakan fisik pada perangkat. Para ahli menekankan pentingnya kesadaran bagi para pengguna muda untuk tidak hanya sekadar menyimpan, tetapi juga menjaga keamanan akses data tersebut dari ancaman siber.

Strategi Keamanan Data Digital Efektif

Guna memaksimalkan keamanan, para ahli menyarankan penerapan strategi pencadangan 3-2-1 untuk melindungi file yang tidak dapat dipulihkan. Pengguna disarankan memiliki setidaknya tiga salinan data penting yang disimpan pada dua jenis media penyimpanan berbeda, dengan satu salinan berada di lokasi luar seperti cloud.

Layanan digital pemerintah juga mulai menjadi pilihan, di mana sekitar 14 persen responden di Indonesia telah mempercayakan data sensitif mereka pada infrastruktur negara. Namun, kewaspadaan mandiri tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi risiko kebocoran data yang bisa terjadi kapan saja pada perangkat pribadi maupun layanan daring.

“Data yang paling sensitif seperti kata sandi, ID, atau detail keuangan memerlukan perhatian khusus,” tulis laporan resmi Kaspersky tersebut pada Senin, 6 April 2026. Melalui rutinitas pencadangan yang teratur dan penggunaan sistem keamanan yang kuat, risiko kehilangan informasi berharga akibat serangan siber dapat diminimalisir secara signifikan.

Pos terkait