MEDIAAKSI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan inovasi terbaru untuk memastikan mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui aplikasi Reviu Menu MBG. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Aplikasi yang dikembangkan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan seluruh pihak yang terlibat dalam program, mulai dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga mitra BGN. Melalui aplikasi ini, pengawasan kualitas makanan dapat dilakukan secara langsung oleh penerima manfaat di lapangan.
Para pengguna aplikasi ini adalah guru yang ditunjuk oleh sekolah serta kepala posyandu (Kaposyandu). Ketika paket MBG diterima, mereka dapat segera memberikan penilaian berdasarkan parameter yang telah ditetapkan dalam sistem. Penilaian ini mencakup berbagai aspek penting untuk menjamin kualitas makanan.
Aspek-aspek yang dinilai dalam aplikasi Reviu Menu MBG meliputi ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma yang dihasilkan, rasa dari makanan itu sendiri, serta variasi menu yang disajikan. Dengan demikian, evaluasi kualitas program MBG dapat dilakukan secara cepat dan terukur, memberikan gambaran akurat mengenai kondisi di lapangan.
Evaluasi Sensorik dan Distribusi Makanan Terpantau Positif
Berdasarkan data dari Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, mayoritas laporan, yaitu 1.705 atau 99,88 persen, menyatakan bahwa makanan yang diterima layak untuk dikonsumsi. Hanya dua laporan yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi, menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi.
Selain itu, data juga menunjukkan tingkat ketepatan waktu distribusi makanan yang sangat baik, mencapai 97,95 persen. Sebanyak 1.672 laporan menyatakan makanan diterima tepat waktu atau bahkan lebih awal, sementara hanya 35 laporan yang mencatat adanya keterlambatan distribusi.
Pada aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak pada 1.702 laporan, atau sekitar 99,71 persen. Sementara itu, tampilan makanan juga mendapat respons positif, dengan 1.697 laporan atau 99,41 persen menyatakan kondisi makanan layak dan sesuai standar.
Dari sisi rasa, sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menilai rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh para penerima manfaat. Sony Sanjaya, Wakil Kepala BGN, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan MBG.
Ia menambahkan, “Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan.”







