MEDIAAKSI.COM – Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjudin Effendi, menilai program magang nasional berpotensi besar untuk meredam ketegangan sosial di kalangan generasi muda. Menurutnya, program ini menjadi investasi sosial yang signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia.
“Dari sudut pandang investasi sosial, tidak ada sarjana yang terbuang. Mereka dididik, lulus, tidak menganggur karena magang, kemudian diterima (jadi pegawai), itu berarti investasi sosial di bidang sumber daya manusia,” ujar Effendi.
Ia menambahkan bahwa investasi sosial semacam ini dapat secara efektif menurunkan potensi gesekan sosial yang kerap muncul di kalangan anak muda. Effendi menyoroti fenomena penggunaan tagar seperti “Indonesia Gelap” dan “KaburAjaDulu” sebagai indikator keresahan yang perlu ditangani.
Magang Nasional sebagai Jembatan Masa Depan
Program magang nasional dinilai sebagai langkah antisipatif yang krusial untuk menangani kegelisahan generasi muda, yang tercermin dari maraknya tagar yang menyuarakan ketidakpuasan. “Jadi, kalau ini (keresahan generasi muda) bisa ditangani dengan baik, maka kritik-kritik seperti itu, kegelisahan sosial gen Z, itu kan bisa diturunkan,” jelas Effendi.
Oleh karena itu, Effendi meyakini program magang nasional menawarkan harapan baru bagi para lulusan baru yang sedang berjuang mencari pekerjaan. Program ini secara resmi ditutup oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada tanggal 19 April 2026, setelah bergulir sejak 20 Oktober 2025.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) saat ini tengah melakukan penghitungan terhadap jumlah peserta Magang Nasional yang berhasil direkrut oleh perusahaan atau industri tempat mereka magang selama periode enam bulan. Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Kemnaker, Anwar Sanusi, melaporkan bahwa sebanyak 1.185 perusahaan berpartisipasi sebagai penyelenggara magang, dengan melibatkan 5.267 mentor.
Proses seleksi yang komprehensif menghasilkan 14.952 peserta untuk Tahap 1A dan 1.160 peserta untuk Tahap 1B, dengan total keseluruhan mencapai 16.112 peserta. Meskipun terjadi pengurangan peserta aktif selama program berlangsung, jumlah akhir peserta aktif tercatat sebanyak 11.110 untuk batch 1A dan 839 untuk batch 1B, menjadikan total 11.949 peserta.
Peserta yang berhasil menyelesaikan program selama enam bulan akan menerima sertifikat magang. Sementara itu, peserta yang mengikuti program kurang dari enam bulan namun lebih dari tiga bulan akan diberikan surat keterangan.







