Ubahan Pola Makan dalam 4 Pekan, Tubuh Terbukti Jadi Lebih Muda

program makan siang bergizi
Ilustrasi pola makan sehat

MEDIAAKSI.COM – Para peneliti dari University of Sydney menemukan bahwa orang dewasa berusia 65 hingga 75 tahun dapat memperbaiki penanda usia biologis mereka hanya dalam waktu empat minggu melalui pengaturan asupan lemak, karbohidrat, dan protein hewani. Studi yang dipublikasikan di jurnal Aging Cell ini menunjukkan adanya potensi perbaikan kondisi fisiologis tubuh yang cukup signifikan melalui intervensi diet jangka pendek.

Usia biologis sendiri merupakan estimasi kondisi kesehatan dan fungsi tubuh seseorang, yang bisa berbeda dari usia kronologis atau jumlah tahun seseorang telah hidup. Dalam penelitian ini, tim ilmuwan memantau 104 peserta dengan membagi mereka ke dalam empat kelompok diet berbeda yang masing-masing mengonsumsi 14 persen energi dari protein.

Metode penelitian melibatkan analisis terhadap 20 biomarker kesehatan, termasuk kadar kolesterol, insulin, serta protein C-reaktif yang menjadi indikator peradangan dalam tubuh. Hasilnya, peserta yang menjalani diet omnivora dengan lemak lebih rendah dan karbohidrat lebih tinggi menunjukkan perbaikan profil biomarker yang paling menonjol dibandingkan kelompok lainnya.

Bacaan Lainnya

Meskipun hasilnya menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih bersifat awal dan memerlukan studi lanjutan. Hal ini penting untuk memastikan apakah perubahan tersebut bersifat permanen dan benar-benar mampu menurunkan risiko penyakit degeneratif di masa depan.

Hasil Penelitian dan Perspektif Ahli

Dr. Caitlin Andrews menyatakan bahwa hasil penelitian ini memberikan indikasi awal mengenai manfaat potensial dari perubahan pola makan di usia lanjut, meski belum bisa dipastikan apakah hal tersebut secara definitif akan memperpanjang umur atau membalikkan proses penuaan secara permanen saat diwawancarai pada 15 September 2026.

Senada dengan hal tersebut, Associate Professor Alistair Senior dari Charles Perkins Centre menegaskan perlunya observasi lebih mendalam. “Perubahan diet jangka panjang diperlukan untuk menilai apakah penyesuaian pola makan dapat mengubah risiko penyakit yang berkaitan dengan usia,” ungkapnya pada 15 September 2026.

Studi ini menjadi sinyal penting bahwa tubuh manusia tetap merespons perubahan nutrisi meskipun di usia lanjut. Fokus penelitian selanjutnya akan diarahkan pada kelompok populasi yang lebih luas untuk melihat apakah efek peremajaan biomarker ini bersifat konsisten atau hanya bersifat sementara.

Pos terkait