MEDIAAKSI.COM – Sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengembangkan metode stimulasi kognitif berbasis seni dan musik untuk meningkatkan kualitas hidup 32 lansia di Panti Werdha Muslim Rumah OMA, Depok. Langkah ini diambil sebagai upaya solutif dalam menangani penurunan fungsi kognitif seperti demensia serta membantu menjaga kesehatan emosional para lansia.
Ketua tim pengembang, Amirah, menjelaskan bahwa pemilihan pendekatan seni dan musik didasarkan pada efektivitasnya dalam memicu daya ingat dan regulasi emosi. Pihaknya menyadari bahwa isu gangguan kognitif dan risiko pikun merupakan tantangan besar yang memerlukan perhatian serius, ungkap Amirah saat memberikan keterangan di Depok, Rabu (9/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, program yang diberi nama “Nada Warna” ini mencakup berbagai aktivitas kreatif. Lansia diajak bernyanyi lagu nostalgia serta mengikuti ritme musik, sementara untuk terapi seni, mereka terlibat dalam kegiatan melukis pot, menanam bibit, hingga menghias kerajinan tangan.
Seluruh rangkaian kegiatan disusun secara sistematis melalui proses asesmen awal yang ketat. Tim menggunakan instrumen kesehatan standar seperti *Mini Mental State Examination* (MMSE) dan *Montreal Cognitive Assessment* (MoCA) untuk menyesuaikan materi dengan kondisi serta kemampuan kognitif setiap individu.
Pendekatan Kreatif untuk Lansia
Program yang menjadi bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-PM) ini dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan mulai 22 Mei hingga 3 Oktober 2026. Setiap sesi berdurasi dua jam yang dibagi merata antara terapi musik dan terapi seni, kemudian diakhiri dengan evaluasi bertajuk “Jejak Harmoni” guna memantau perkembangan emosional dan kognitif peserta.
Pihak pengelola panti menyambut positif inisiatif tersebut karena memberikan suasana baru yang menyegarkan bagi para penghuni. Ketua Perawat Panti Werdha Muslim Rumah OMA, Leni Prianti, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa membuat para opa dan oma merasa lebih bersemangat serta nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.






