Technowalk, Inovasi Mahasiswa PNM Dukung Rehabilitasi Pasien SCI

MEDIAAKSI.COM — Perkembangan teknologi membuka peluang baru dalam bidang kesehatan, termasuk dalam mendukung proses rehabilitasi pasien dengan cedera sumsum tulang belakang atau Spinal Cord Injury (SCI). Melihat kebutuhan tersebut, lima mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (PNM) mengembangkan Technowalk, sebuah smart walker yang mengintegrasikan teknologi Computer Vision dan Internet of Things (IoT) untuk membantu pemantauan proses rehabilitasi secara lebih objektif.

Technowalk dikembangkan oleh mahasiswa PNM yang terdiri dari Muhamad Mas’ud, Arya Pramana M., Annisa Salsa Bila Z., Aulia Ervi W., dan Faiqah Al Fatiq, dari Program Studi Teknik Komputer dan Teknik Rekayasa Elektronika. Pengembangan alat ini dilakukan di bawah bimbingan Sulf an Bagus Setyawan, S.ST., M.T.

Berangkat dari Kebutuhan Rehabilitasi yang Lebih Terukur

Pasien dengan SCI umumnya membutuhkan proses rehabilitasi secara bertahap untuk membantu meningkatkan kemampuan mobilitas. Dalam proses tersebut, pemantauan pola berjalan menjadi salah satu bagian penting untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien.

Bacaan Lainnya

Technowalk hadir dengan memanfaatkan Computer Vision untuk membantu mendeteksi dan menganalisis pergerakan tubuh saat pasien berjalan. Sistem dapat memantau parameter pergerakan pada bagian tungkai, termasuk sudut sendi hip, knee, dan ankle, serta parameter temporal gait yang dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam proses evaluasi rehabilitasi.

Sementara itu, teknologi IoT digunakan untuk mendukung proses pengiriman dan penyajian data sehingga informasi hasil pemantauan dapat terdokumentasi dan lebih mudah dipantau.

Smart Walker dengan Konsep Lebih Terjangkau

Selain mengutamakan fungsi, tim juga mempertimbangkan aspek keterjangkauan dalam pengembangan Technowalk. Teknologi rehabilitasi berbasis sistem cerdas umumnya membutuhkan berbagai perangkat dan sensor yang dapat meningkatkan biaya pengembangan maupun penerapannya.

Melalui pemilihan komponen dan integrasi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan, Technowalk dikembangkan sebagai smart walker dengan konsep yang lebih terjangkau (affordable). Dengan biaya yang relatif lebih ekonomis, pengguna dapat memperoleh fungsi walker yang tidak hanya berperan sebagai alat bantu berjalan, tetapi juga dilengkapi kemampuan pemantauan berbasis teknologi.

Konsep tersebut menjadi salah satu upaya tim untuk menghadirkan teknologi rehabilitasi yang lebih mudah dikembangkan dan berpotensi diterapkan pada lingkungan pelayanan kesehatan dengan mempertimbangkan aspek biaya.

Tidak Hanya Dikembangkan di Laboratorium

Pengembangan Technowalk tidak berhenti pada tahap perancangan dan pembuatan prototipe. Tim juga melakukan tinjauan dan pengujian alat bersama tenaga kesehatan di RSUD Kota Madiun.

Dalam proses tersebut, prototipe Technowalk diperkenalkan kepada dokter Poli Rehabilitasi Medik dan fisioterapis untuk memperoleh masukan mengenai konsep serta mekanisme kerja alat. Tim juga melakukan pengujian bersama fisioterapis dan pasien untuk melihat bagaimana alat dapat digunakan dalam konteks rehabilitasi secara langsung.

Masukan dari tenaga kesehatan dan hasil pengujian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk menyempurnakan sistem, baik dari sisi teknologi maupun kemudahan penggunaan. Keterlibatan tenaga kesehatan juga membantu memastikan bahwa pengembangan alat tetap mempertimbangkan kebutuhan di lapangan.

Dari Inovasi Mahasiswa Menuju Teknologi Rehabilitasi

Pengembangan Technowalk merupakan bagian dari upaya mahasiswa PNM dalam menghadirkan inovasi teknologi yang memiliki manfaat nyata di bidang kesehatan. Integrasi Computer Vision, IoT, dan konsep smart walker yang lebih terjangkau diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mendukung proses pemantauan rehabilitasi pasien SCI.

Technowalk juga menjadi bukti bahwa pengembangan teknologi di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pembuatan alat, tetapi juga dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat melalui kolaborasi antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan tenaga kesehatan.

  • Annisa Salsa Bila Z, Jurusan Teknik, Prodi Teknik Komputer Kontrol, Politeknik Negeri Madiun

Pos terkait