MEDIAAKSI.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kajian dan Penelitian Mahasiswa (UKM LKP2M) kembali menggelar Kajian Rutin sebagai wadah untuk menghidupkan diskusi dan dialektika kritis. Kegiatan yang menghadirkan Ahmad Royhan Firdaus, Ardiansyah Bagus Ramadhan, dan Maulidya Nurin Najwa sebagai pemantik ini menekankan pentingnya mengubah setiap forum kajian menjadi ruang lahirnya gagasan penelitian dan publikasi ilmiah.
Dalam diskusi, Ahmad Royhan Firdaus selaku Wakil Direktur UKM LKP2M Periode 2026 dan Kepala Biro Penelitian UKM LKP2M Periode 2025 menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memiliki kepekaan dalam membaca fenomena sosial di sekitarnya. Menurutnya, berbagai pengalaman yang ditemui sehari-hari, termasuk pengalaman mengikuti program di dalam dan di luar negeri, dapat menjadi sumber data yang bernilai apabila didokumentasikan dan dikembangkan menjadi penelitian. Ia menegaskan bahwa forum kajian tidak seharusnya berhenti pada diskusi semata, tetapi harus melahirkan luaran akademik yang bermanfaat.
“Kalau diniatkan secara mendalam, saya rasa akan bisa menghasilkan suatu karya,” ujar Royhan ketika mendorong peserta agar mengembangkan setiap ide dan pengalaman menjadi karya ilmiah.
Ia juga mengajak anggota untuk tetap menjalankan kegiatan kajian dan penelitian secara konsisten. “Berapapun yang ikut kajian, jalan aja terus. Berapapun yang ikut pelatihan dan penelitian, silakan jalankan saja programnya. Dengan demikian, kultur kajian, penelitian, dan pengembangan di LKP2M akan tetap ada dan terjaga keberlangsungannya,” pesannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ardiansyah Bagus Ramadhan selaku Kepala Biro Kajian UKM LKP2M Periode 2026 menekankan bahwa setiap gagasan yang muncul dalam forum kajian perlu dipertanggungjawabkan secara akademik. Menurutnya, sebuah pendapat tidak cukup hanya didasarkan pada asumsi, tetapi harus didukung oleh referensi dan proses verifikasi yang memadai.
“Kalau pendapat kita itu terkadang masih asumsi. Perlu verifikasi melalui banyak sumber yang harus ditautkan supaya benar-benar bersifat ilmiah,” ujarnya.
Sementara itu, Maulidya Nurin Najwa yang merupakan Pengurus Biro Kajian UKM LKP2M Periode 2026 turut membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan akademik di Thailand. Pengalaman tersebut menjadi bahan diskusi mengenai komunikasi lintas budaya, sistem pendidikan, serta berbagai fenomena sosial yang dapat dikembangkan menjadi penelitian komparatif. Pemaparan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman lapangan dapat menjadi inspirasi lahirnya ide-ide penelitian yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
Selain membahas strategi pengembangan de penelitian, forum juga menyoroti pentingnya membangun budaya membaca, berdiskusi, dan menulis di kalangan mahasiswa dalam lingkup organisasi. Para pemantik sepakat bahwa kajian ilmiah harus menjadi ruang bertumbuh bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, memperkuat argumentasi, sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan ini, UKM LKP2M menegaskan komitmennya untuk menjadikan forum kajian sebagai inkubator lahirnya peneliti muda. Dengan mengintegrasikan budaya diskusi, riset, dan publikasi, organisasi berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu mengubah gagasan menjadi penelitian, penelitian menjadi publikasi, serta publikasi menjadi kontribusi bagi masyarakat.
-
Ahmad Royhan Firdaus






