Riset : Konsumsi Kopi Harian Kini Mengandung Lebih Banyak Kalori

MEDIAAKSI.COM – Sebuah penelitian terbaru dari Tufts University mengungkapkan bahwa asupan kalori dalam secangkir kopi yang dikonsumsi masyarakat Amerika Serikat melonjak hampir 40 persen dalam kurun waktu 2003 hingga 2018. Fenomena ini dipicu oleh meningkatnya penggunaan krimer non-dairy yang kini menggeser posisi gula sebagai kontributor kalori terbesar dalam minuman kopi harian mereka.

Para peneliti di Gerald J. and Dorothy R. Friedman School of Nutrition Science and Policy menganalisis data diet dari 30.000 orang dewasa berusia 20 tahun ke atas. Meskipun volume konsumsi kopi rata-rata tetap stabil di angka 13 ons per hari, rata-rata kalori yang berasal dari kopi justru naik dari 43 kalori menjadi 60 kalori per harinya.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tersebut menyoroti bahwa tren gaya hidup masyarakat telah berubah secara signifikan. Penggunaan bahan tambahan berbasis nabati atau krimer non-dairy menjadi faktor utama di balik peningkatan angka tersebut karena kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

Dalam penelitian ini, tim ilmuwan membagi bahan tambahan kopi menjadi beberapa kategori, termasuk susu sapi, krimer non-dairy, gula, serta pemanis buatan. Mereka mencatat bahwa konsumsi krimer non-dairy telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode pengamatan.

Penyebab Utama Lonjakan Kalori

Penggunaan krimer non-dairy kini menyumbang rata-rata 18,5 kalori per hari, melampaui kontribusi gula sebesar 16 kalori dan susu sapi sebesar 11 kalori. Padahal pada tahun 2003, krimer non-dairy hanya menyumbang sekitar 7,71 kalori per hari.

“Kami menemukan bahwa krimer non-dairy yang ditambahkan ke dalam kopi kini telah melampaui gula dan susu dalam kontribusinya terhadap total energi yang dikonsumsi dari kopi. Krimer non-dairy bisa mengandung tinggi lemak jenuh yang padat kalori, yang menjelaskan peningkatan kalori tersebut,” ujar Yongyi Pan, penulis utama studi sekaligus kandidat Ph.D. di Friedman School, saat menyampaikan hasil penelitiannya pada 22 Oktober 2026.

Selain aspek nutrisi, riset ini juga mengamati pola perilaku konsumen. Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan jam kerja lebih panjang dan waktu tidur lebih sedikit cenderung mengonsumsi kopi dalam jumlah lebih banyak. Namun, penelitian ini juga mengakui adanya keterbatasan karena data yang digunakan bergantung pada ingatan partisipan mengenai pola makan mereka selama 24 jam.

Pos terkait