Kecerdasan Buatan Picu Gelombang PHK Pekerja di Amerika Serikat

MEDIAAKSI.COM – Hampir 200.000 pekerja di Amerika Serikat kehilangan pekerjaan akibat adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) sejak tahun 2023 hingga saat ini. Data tersebut merujuk pada perhitungan yang dilakukan berdasarkan laporan dari perusahaan konsultan ketenagakerjaan dan manajemen sumber daya manusia, Challenger, Gray & Christmas.

Sepanjang periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 120.100 orang mengalami pemutusan hubungan kerja yang dipicu oleh integrasi AI. Angka ini merepresentasikan sekitar 21 persen dari total keseluruhan PHK yang terjadi di Amerika Serikat dalam kurun waktu sembilan bulan pertama tahun ini.

Jika dirinci berdasarkan tahun, jumlah kehilangan pekerjaan terkait penggunaan teknologi AI terus mengalami fluktuasi yang signifikan. Pada 2023, tercatat sebanyak 4.200 orang terdampak, kemudian angka tersebut melonjak menjadi 12.700 orang pada 2024, dan mencapai 54.800 orang sepanjang tahun 2025.

Bacaan Lainnya

Puncak tertinggi gelombang PHK yang dikaitkan dengan AI dalam dua tahun terakhir tercatat terjadi pada Mei 2026 dengan jumlah mencapai 38.600 orang. Fenomena ini menunjukkan tren yang semakin masif seiring dengan percepatan adopsi teknologi otomasi di berbagai sektor industri.

Tren PHK akibat AI

Lonjakan angka pengangguran akibat AI tidak hanya terjadi pada Mei 2026, tetapi juga terlihat pada periode lainnya. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat beberapa titik tertinggi lainnya dalam tren kehilangan pekerjaan tersebut.

  • Oktober 2025 tercatat sebanyak 31.000 orang kehilangan pekerjaan.
  • April 2026 mencatat sebanyak 21.500 orang kehilangan pekerjaan.

Mengenai dampak yang meluas ini, pihak Challenger, Gray & Christmas mencatat bahwa lebih dari 60 persen dari total PHK akibat AI telah terjadi sepanjang tahun 2026 ini, sebagaimana dilaporkan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Pos terkait