MEDIAAKSI.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melaporkan hampir 99 persen kasus kecurangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun ini berfokus pada Program Studi (Prodi) Kedokteran. Temuan ini mencakup modus operandi penggunaan joki untuk membantu peserta.
“Intinya ini sebagian besar mungkin hampir semuanya 99 persen itu adalah Prodi Kedokteran,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam konferensi pers SNBT di Jakarta, Senin.
Pihak Kemdiktisaintek menyatakan akan menindak tegas segala bentuk kecurangan yang dapat merugikan peserta lain dan mencoreng integritas pendidikan nasional. Menteri Brian menegaskan bahwa tidak ada toleransi sekecil apapun terhadap praktik ilegal tersebut.
“Apalagi ini proses SNBT, proses seleksi nasional. Artinya kalau kita lulus, atau seseorang lulus, kan ada yang tidak lulus, ada yang disingkirkan. Dan itu tentu secara fundamental, pembangunan pendidikan, pembangunan karakter kebangsaan, ini sangat tidak sesuai. Jadi kita tidak akan mentolerir sekecil apapun bentuk kecurangan yang dilakukan untuk bisa lulus,” tegas Menteri Brian.
Strategi Pencegahan dan Mitigasi
Ketua Umum Tim Penanggungjawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengonfirmasi bahwa data kecurangan tahun lalu didominasi oleh praktik penggunaan joki yang menargetkan Prodi Kedokteran.
“Termasuk juga dengan yang disampaikan bahwa 99,9 persen memilih Prodi Kedokteran, iya karena itu data kecurangan yang kita dapatkan tahun lalu. Memang mayoritas hampir 100 persen itu yang menggunakan joki dan curang itu memang menyasar Prodi Kedokteran,” ungkap Eduart Wolok.
Untuk mengantisipasi terulangnya modus serupa pada SNBT 2026, panitia telah menerapkan strategi penempatan jadwal ujian. Peserta yang memilih Prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi ditempatkan pada hari pertama dan kedua pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
“Oleh karena itu, mengapa di tahun ini pada saat pelaksanaan UTBK, khusus untuk peserta dengan peminatan Prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi itu kita tempatkan di hari pertama dan hari kedua,” jelas Eduart Wolok, menambahkan bahwa penempatan ini bertujuan sebagai langkah mitigasi kejutan dan meminimalkan celah kecurangan.
Panitia SNPMB berhasil mengidentifikasi sebanyak 38 kasus kecurangan dalam pelaksanaan SNBT tahun ini. Seluruh pelaku kecurangan telah dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) dan tidak diperkenankan mengikuti seleksi masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) manapun.







