MEDIAAKSI.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) tahun 2026 guna mengakselerasi peningkatan kualifikasi akademik tenaga pengajar di tanah air. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah dalam memperkuat kapasitas riset nasional serta meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa dosen merupakan aset paling berharga dalam dunia pendidikan yang perannya sangat krusial bagi inovasi nasional. Ia mendorong para pendidik untuk segera memanfaatkan peluang pendidikan ini demi kemajuan akademik masing-masing.
“Dosen adalah aset terbesar dari pendidikan tinggi dan tentu kita berharap dosen tidak perlu menunggu lama bisa langsung segera kuliah,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi, Sandro Mihradi, menambahkan bahwa program ini merupakan keberlanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya yang telah menyasar ribuan dosen. Selain dukungan biaya pendidikan, beasiswa ini mencakup pembiayaan komprehensif mulai dari biaya hidup, penelitian, hingga insentif publikasi internasional.
Skema dan Dukungan Beasiswa
Program BPDDI 2026 hadir dengan dua skema utama yang dirancang untuk mendukung kebutuhan studi dosen secara fleksibel. Pertama, skema reguler bagi dosen yang menempuh pendidikan doktor di perguruan tinggi dalam negeri. Kedua, skema joint degree atau dual degree yang melibatkan kerja sama antara perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan durasi pendanaan hingga empat tahun.
Pemerintah juga memastikan akses yang inklusif melalui penyediaan dukungan tambahan bagi dosen penyandang disabilitas, termasuk pembiayaan untuk pendamping selama masa studi. Seluruh rangkaian pendanaan program ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Diharapkan, melalui program ini, jumlah dosen bergelar doktor di Indonesia dapat terus bertambah, sehingga mampu mendorong hilirisasi riset dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi di level internasional.







