MEDIAAKSI.COM – Teknologi kecerdasan buatan atau AI kini mulai merambah dunia medis dengan mendukung berbagai aspek, mulai dari deteksi risiko penyakit hingga membantu kelancaran proses pembedahan. Inovasi tersebut akan dipamerkan dalam ajang Indonesia Int’l Hospital Expo ke-38 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 7–10 Oktober 2026.
Integrasi AI dalam kesehatan mencakup metode diagnostik noninvasif melalui teknik oculomics, di mana gambar retina diproses untuk memetakan potensi risiko penyakit kardiovaskular secara cepat tanpa paparan radiasi. Selain itu, sektor kedokteran gigi kini mengadopsi perangkat kursi gigi berbasis perintah suara (voice command) untuk mempermudah operasional tenaga medis saat melayani pasien.
Di sisi lain, prosedur ortopedi juga mengalami kemajuan dengan kehadiran sistem bedah robotik genggam. Teknologi yang dikenal sebagai Robotic-Assisted Arthroplasty System ini dirancang untuk memandu dokter dalam melakukan penggantian sendi lutut agar lebih presisi. Meski robot membantu proses tindakan, penentu utama dalam keputusan medis tetap berada di tangan tenaga profesional yang menangani pasien.
Transformasi digital ini juga menjadi poin utama dalam Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) ke-22. Fokus utamanya adalah membekali institusi kesehatan agar lebih adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan.
Peran Strategis Teknologi AI
Direktur Marketing & Finance PT Okta Sejahtera Insani, Yudha Imam Sutedja, menyatakan bahwa kemajuan teknologi merupakan komponen vital yang harus diadopsi dalam industri kesehatan saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yudha Imam Sutedja saat membahas mengenai kebutuhan transformasi digital di rumah sakit pada 2 Oktober 2026.
Dengan mengusung tema “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial,” pameran dan seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi bagi pelaku industri kesehatan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keselamatan serta efisiensi pelayanan pasien.






