MEDIAAKSI.COM — Tim KKN-T IPB University pada tanggal 16 Juli 2026 melaksanakan program ECO-SCHOOL, singkatan dari Edukasi Cerdas Olah Sampah dan Ecoprint di Sekolah, di SDN Linggarjati yang berlokasi di kawasan Kampung Adat Ciptarasa, Desa Sirnarasa. Sebanyak 35 siswa kelas 2 dan 3 mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dengan pendekatan bermain sambil belajar, jauh dari kesan menggurui yang biasa ditemui dalam pelajaran di kelas.
Program ini digagas sebagai bentuk edukasi lingkungan sejak dini bagi anak-anak di kampung adat yang selama ini belum banyak mendapat materi pengelolaan sampah dan pemanfaatan bahan alam secara interaktif. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu sosialisasi pemilahan sampah dan Praktik pembuatan ecoprint.
Sesi pertama diisi dengan sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik yang dikemas dalam bentuk kuis interaktif, permainan edukatif, dan diskusi ringan bersama siswa. Anak-anak diajak mengenali jenis sampah dari benda-benda yang biasa mereka temui sehari-hari, mulai dari sisa makanan, kertas, hingga plastik jajanan. Setiap kali menjawab pertanyaan dengan benar, siswa mendapat apresiasi kecil yang membuat suasana kelas semakin hidup. Antusiasme anak-anak terlihat dari banyaknya tangan yang berebut ingin menjawab, bahkan beberapa siswa saling berdiskusi kecil sebelum menjawab kuis yang diberikan.
Selepas sesi sosialisasi, kegiatan berlanjut ke praktik ecoprint yang paling dinanti anak-anak, yaitu pembuatan ecoprint. Dengan memanfaatkan dedaunan yang tumbuh di sekitar sekolah dan permukiman, siswa diajak mencetak motif alami di atas media kain menggunakan teknik pounding atau tumbuk sederhana. Setiap daun yang dipilih anak-anak menghasilkan pola dan warna yang berbeda-beda, sehingga tidak ada satu karya pun yang persis sama. Anak-anak tampak serius memilih daun favorit mereka, menatanya di atas kain, lalu menumbuknya perlahan hingga motif daun tercetak jelas. Hasil karya ecoprint tersebut kemudian dijemur dan dibawa pulang oleh masing-masing siswa sebagai kenang-kenangan dari kegiatan hari itu.
“Awalnya saya sempat khawatir anak-anak akan cepat bosan, apalagi materinya soal sampah yang terdengar berat untuk anak kelas 2 dan 3. Tapi begitu dikemas lewat kuis dan permainan, mereka justru jadi paling ramai dan paling semangat dibanding sesi lain. Yang paling saya ingat itu waktu sesi ecoprint, ada siswa yang sampai minta buat dua kali karena penasaran hasil daun yang berbeda. Dari situ saya belajar bahwa mendidik anak soal lingkungan itu nggak harus rumit, cukup dibuat menyenangkan dan mereka yang akan menemukan sendiri kenapa itu penting” kata Parluhutan.
Program ECO-SCHOOL menjadi salah satu upaya tim KKN-T IPB University untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada anak-anak Kampung Adat Ciptarasa, sekaligus mendekatkan mereka pada kegiatan kreatif berbasis bahan alam yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Harapannya, kebiasaan memilah sampah dan menghargai sumber daya alam yang mulai ditanamkan hari itu bisa terus dibawa anak-anak hingga dewasa.







