MEDIAAKSI.COM – Sebanyak 51,9 persen generasi Z di Indonesia memilih mengurangi pengeluaran untuk kegiatan nongkrong dan konsumsi kopi demi memenuhi kebutuhan hobi olahraga. Pergeseran prioritas gaya hidup ini terungkap melalui riset bertajuk Sehat Fisik vs Sehat Dompet yang dilakukan Amar Bank terhadap 300 responden di wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya, Senin, 21 September 2026.
Tren gaya hidup aktif seperti maraton, tenis, padel, hingga Hyrox kini telah menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat urban. Namun, antusiasme tersebut membawa konsekuensi finansial yang cukup signifikan bagi generasi muda.
Data menunjukkan bahwa 28,9 persen dari responden Gen Z secara rutin mengalokasikan lebih dari 10 persen pendapatan bulanan mereka untuk mendukung kegiatan kebugaran. Bahkan, sekitar 10,6 persen di antaranya berani mengeluarkan dana di atas 20 persen dari gaji, yang terkadang memaksa mereka menggunakan uang tabungan.
Fenomena ini kontras dengan perilaku kelompok milenial yang cenderung lebih konservatif. Mayoritas kelompok milenial, yakni sebesar 52 persen, lebih memilih menunda hobi jika dana belum tersedia demi menjaga disiplin anggaran bulanan.
Strategi Kelola Keuangan Hobi
Untuk menjaga stabilitas finansial di tengah tren gaya hidup sehat, para ahli keuangan menyarankan penerapan budaya menabung terlebih dahulu atau dikenal dengan istilah Save Now, Spend Later. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mencegah perilaku belanja impulsif yang sering terjadi di kalangan anak muda.
Penting bagi individu untuk tetap mematuhi rumus alokasi dana agar kondisi keuangan tidak terganggu. Idealnya, akumulasi dana untuk hobi tidak melebihi 10 hingga 15 persen dari total pendapatan bulanan. Porsi ini sebaiknya dialokasikan setelah kebutuhan pokok yang mencapai 50 persen dan investasi jangka panjang sebesar 20 persen terpenuhi dengan baik.






