Yoghurt Beku Versus Es Krim, Mana yang Lebih Sehat ?

Gambar Gravatar
Ilustrasi yoghurt
Ilustrasi yoghurt

MEDIAAKSI.COM –  Yoghurt beku seringkali menjadi alternatif camilan yang menyegarkan atau hidangan penutup yang dingin, mengingatkan pada kenikmatan es krim. Namun, banyak konsumen yang bertanya-tanya mengenai perbedaan nutrisi antara yoghurt beku dan es krim, serta mana yang lebih unggul dari segi kesehatan. Pertanyaan ini sering muncul ketika memilih kudapan beku yang lezat.

Menurut para ahli gizi, es krim umumnya dibuat dari susu atau krim, pemanis, dan berbagai perisa. Persyaratan dari Departemen Pertanian AS menyatakan bahwa es krim harus mengandung setidaknya 10 persen lemak susu untuk dapat dikategorikan demikian. Proses pembuatan es krim komersial juga sering melibatkan penambahan penstabil untuk mencegah pembentukan kristal es dan pengemulsi agar lemak dan air tetap tercampur rata, menghasilkan tekstur yang halus dan lembut.

Sementara itu, yoghurt beku biasanya dihasilkan dari susu yang telah melalui proses fermentasi menggunakan kultur bakteri hidup yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, seperti halnya es krim, yoghurt beku juga kerap ditambahkan pemanis, perisa, serta bahan penstabil dan pengemulsi untuk mendapatkan tekstur dan rasa yang diinginkan.

Bacaan Lainnya

Ahli diet terdaftar, Emily Villaseca, RDN, menjelaskan bahwa meskipun yoghurt beku mungkin memiliki kandungan lemak yang lebih rendah, banyak varian yang dijual di pasaran justru mengandung kadar gula yang setara, bahkan terkadang lebih tinggi, dibandingkan es krim konvensional. Perbedaan kandungan protein antara keduanya pun relatif tipis, hanya kurang dari satu gram per sajian. Meskipun begitu, beberapa merek kini menawarkan yoghurt beku bergaya Yunani yang berpotensi memiliki kandungan protein lebih tinggi.

Panduan Memilih Yoghurt Beku yang Lebih Sehat

Saat menimbang pilihan antara yoghurt beku dan es krim, penting untuk memperhatikan beberapa faktor nutrisi utama. Ahli diet terdaftar, Julie Stefanski, RDN, menyarankan agar setiap individu memprioritaskan kandungan kalori, lemak, dan gula yang sesuai dengan tujuan kesehatan pribadi. Ia memberikan tips praktis untuk mengontrol porsi, seperti memilih produk yoghurt beku dalam kemasan porsi tunggal dibandingkan mengambil langsung dari wadah besar atau memesan porsi berukuran besar di toko.

Villaseca menambahkan saran untuk memilih yoghurt beku dengan tambahan gula tidak lebih dari 10 gram per sajian. Untuk memperkaya rasa dan nutrisi tanpa menambah gula berlebih, ia merekomendasikan penambahan buah-buahan segar dan kacang-kacangan. Hindari tambahan seperti permen, karamel, atau saus cokelat yang dapat secara signifikan meningkatkan asupan gula dan kalori.

“Baik es krim maupun yoghurt beku dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat,” ujar Villaseca. Kuncinya terletak pada kesadaran akan apa yang kita konsumsi sehari-hari dan seberapa sering kita ingin menikmati hidangan penutup beku ini. Dengan pemahaman ini, kita dapat membuat keputusan yang lebih bijak mengenai pilihan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kesehatan kita.

Contohnya, sebuah merek yoghurt beku asal Spanyol yang populer di Indonesia, llaollao, menawarkan berbagai pilihan topping segar yang dapat menjadi alternatif lebih sehat dibandingkan taburan manis. Merek ini menjadi salah satu bukti bahwa yoghurt beku dapat disajikan dengan cara yang tidak hanya lezat tetapi juga mendukung gaya hidup sehat.

Lebih lanjut, penting untuk dicatat bahwa proses fermentasi yoghurt menghasilkan probiotik, yaitu bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Kehadiran probiotik inilah yang seringkali menjadi pembeda utama dari segi manfaat kesehatan antara yoghurt beku dan es krim tradisional. Namun, kadar gula dan lemak tambahan tetap menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan dalam kedua jenis hidangan penutup ini.

Memilih yoghurt beku yang lebih sehat bukan berarti harus mengorbankan rasa. Banyak produsen kini berinovasi dengan menggunakan pemanis alami atau mengurangi jumlah gula tambahan tanpa mengorbankan kenikmatan. Membaca label nutrisi dengan cermat sebelum membeli adalah langkah penting untuk memastikan pilihan yang tepat.

Selain itu, pertimbangkan juga jenis susu yang digunakan dalam pembuatan yoghurt beku. Yoghurt yang terbuat dari susu rendah lemak atau susu nabati bisa menjadi alternatif yang lebih rendah kalori dan lemak jenuh. Namun, selalu periksa kandungan gula tambahan pada produk tersebut, karena beberapa alternatif susu nabati mungkin memiliki tambahan gula yang cukup tinggi.

Kiat sederhana lainnya adalah mencoba membuat yoghurt beku sendiri di rumah. Dengan cara ini, Anda memiliki kendali penuh atas bahan-bahan yang digunakan, mulai dari jenis yoghurt, pemanis alami seperti madu atau buah-buahan, hingga pilihan topping yang sehat. Ini juga merupakan cara yang menyenangkan untuk bereksperimen dengan berbagai rasa dan tekstur.

Pada akhirnya, yoghurt beku bisa menjadi pilihan yang lebih sehat daripada es krim jika dikonsumsi dengan bijak. Perhatikan porsi, kadar gula, dan lemak, serta pilihlah tambahan topping yang bernutrisi. Dengan kesadaran dan pilihan yang tepat, kenikmatan camilan beku dapat dinikmati tanpa rasa bersalah.

Pos terkait