MEDIAAKSI.COM – Tim peneliti dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berhasil mengembangkan teknologi pengolahan gula aren yang lebih efisien dan alami tanpa menggunakan bahan tambahan kimia. Inovasi yang digagas oleh Prof. Syahidah PhD ini bertujuan untuk meningkatkan standar mutu produk gula aren lokal agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar nasional.
Penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2016 ini berhasil melahirkan empat produk turunan, yakni gula aren cair, kubus, serbuk, dan sachet. Melalui penerapan teknologi baru, tim peneliti mampu memangkas waktu produksi secara signifikan. Jika metode tradisional biasanya membutuhkan waktu hingga delapan jam, inovasi ini hanya memerlukan waktu sekitar tiga setengah hingga empat jam saja.
Lebih lanjut, produk yang dihasilkan dipastikan lebih sehat karena tidak memerlukan bahan tambahan seperti minyak goreng, kelapa parut, atau kemiri yang lazim ditemukan dalam pengolahan konvensional. Produk ini pun telah memenuhi standar keamanan pangan dengan diterbitkannya izin edar dari BPOM RI untuk tiga varian produk, sementara varian sachet masih dalam proses administratif.
Standar Mutu dan Legalitas
Prof. Syahidah menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari potensi tanaman aren yang melimpah di Sulawesi Selatan namun belum memiliki standar kualitas yang baku. Beliau mengungkapkan bahwa gula aren merupakan komoditas yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga standarisasi menjadi krusial, saat ia memberikan keterangan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (13/7/2026).
Pihak peneliti juga menyatakan bahwa tingginya permintaan pasar sempat menunda distribusi produk mereka ke skala yang lebih luas. Hal ini dilakukan demi memastikan seluruh aspek legalitas terpenuhi sebelum produk resmi dipasarkan secara massal. Dengan diperolehnya izin edar, kini produk hasil riset tersebut siap untuk didistribusikan secara lebih luas guna memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat daerah penghasil aren.







