MEDIAAKSI.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University yang ditempatkan di Desa Wado melaksanakan program kerja pembuatan lubang resapan biopori pada tanggal 3 dan 4 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik di tingkat desa, khususnya dalam hal penanganan sampah organik dan konservasi air tanah.
Biopori merupakan pipa yang telah dilubangi dan dimasukkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan sampah organik. Metode ini berfungsi sebagai media resapan air sekaligus sarana untuk menghasilkan kompos secara alami. Teknologi ini merupakan salah satu inovasi dari IPB University yang telah banyak diterapkan sebagai solusi sederhana namun efektif untuk mengatasi permasalahan lingkungan, baik di tingkat rumah tangga maupun komunitas.
Cara kerja biopori terbilang sederhana. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam pipa akan membantu air masuk dan meresap ke dalam tanah. Air tersebut kemudian membantu proses pembusukan sampah organik hingga keluar melalui lubang-lubang kecil di sepanjang pipa. Seiring waktu, nutrisi dari sampah organik akan diresap oleh tanah di sekitarnya, sementara sampah organik itu sendiri berubah menjadi kompos yang dapat diambil atau ditimbun kembali sesuai kebutuhan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT IPB Desa Wado membangun total 4 titik biopori yang tersebar di 3 lokasi berbeda. Dua titik biopori ditempatkan di pekarangan rumah warga di Dusun Maleber, dengan masing-masing satu titik per rumah. Dua titik lainnya dibangun di kebun milik Kelompok Tani Wanita yang berlokasi di Dusun Kampung Baru, Desa Wado. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan area yang memiliki potensi resapan air yang baik, serta untuk melibatkan warga dan kelompok tani setempat agar manfaat program dapat langsung dirasakan.
Proses pembuatan biopori dilakukan menggunakan sejumlah alat dan bahan sederhana, di antaranya pipa PVC berdiameter 4 inci dengan tinggi 50 hingga 100 sentimeter, alat penggali tanah seperti bor biopori, cangkul, atau sekop, solder maupun bor untuk melubangi pipa, sampah organik sebagai bahan pengisi, serta tutup pipa PVC. Mahasiswa turut memberikan penjelasan kepada warga mengenai fungsi dan manfaat biopori sebelum proses pemasangan dilakukan.
Menurut penjelasan mahasiswa KKNT IPB Desa Wado, biopori memiliki sejumlah manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat, baik dari segi kesuburan tanah, pengelolaan sampah, maupun ketersediaan air. Dari sisi kesuburan tanah, biopori membantu menambah unsur hara, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman di sekitarnya. Dari sisi pengelolaan sampah, daun, sisa sayur, dan sampah organik lainnya dapat diubah menjadi kompos, sehingga mengurangi penumpukan dan pembakaran sampah, sekaligus menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman.
Selain itu, keberadaan biopori juga dinilai mampu meningkatkan penyerapan air hujan ke dalam tanah, sehingga mengurangi genangan air dan membantu mencegah risiko banjir di lingkungan sekitar. Biopori turut menambah cadangan air tanah, yang berguna untuk menjaga ketersediaan air terutama saat musim kemarau, sekaligus mendukung keseimbangan lingkungan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKNT IPB Desa Wado juga menyusun sebuah booklet yang berisi panduan mengenai cara pembuatan dan penggunaan biopori. Booklet tersebut disusun dengan bahasa yang sederhana dan dilengkapi ilustrasi, sehingga mudah dipahami oleh warga. Booklet ini diharapkan dapat menjadi arahan bagi masyarakat Desa Wado dalam membuat biopori tambahan secara mandiri di masa mendatang, sehingga manfaat program tidak berhenti pada saat pelaksanaan KKN saja, melainkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan desa.
Warga Dusun Maleber dan anggota Kelompok Tani Wanita di Dusun Kampung Baru menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara sederhana untuk mengelola sampah organik sekaligus menjaga ketersediaan air tanah di lingkungan tempat tinggal mereka. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama proses pembuatan biopori berlangsung, mulai dari penggalian lubang hingga pengisian sampah organik ke dalam pipa.
Melalui program kerja biopori ini, mahasiswa KKNT IPB Desa Wado berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah organik dan konservasi air tanah secara sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan inovasi teknologi tepat guna yang mudah diadopsi oleh masyarakat pedesaan, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan baik dalam menjaga kelestarian lingkungan di Desa Wado secara berkelanjutan.
-
Tim KKNT Inovasi IPB University, Desa Wado






