MEDIAAKSI.COM Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di bangku perkuliahan, tetapi juga mengembangkan kemampuan profesional melalui keterlibatan dalam aktivitas kerja di instansi pemerintah maupun dunia industri. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Ilmu Aktuaria melalui kegiatan magang di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Bagi mahasiswa Ilmu Aktuaria, magang di DPMPTSP memberikan perspektif baru bahwa kemampuan analisis data, ketelitian, dan penyelesaian masalah tidak hanya dibutuhkan pada industri asuransi atau keuangan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan ekonomi daerah.
Selama pelaksanaan MBKM, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat pada Bidang Penanaman Modal. Pada bidang ini, mahasiswa membantu pengolahan data Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), menyusun laporan realisasi investasi, membuat tabel proyek investasi berdasarkan sektor usaha dan kabupaten/kota, serta melakukan rekapitulasi perkembangan investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memahami bahwa data investasi tidak hanya menunjukkan besarnya nilai investasi, tetapi juga menjadi dasar dalam mengevaluasi pertumbuhan ekonomi dan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Selain itu, mahasiswa turut membantu penyusunan data kemitraan antara usaha besar dan UMKM, mengidentifikasi sektor-sektor unggulan daerah, serta mengolah informasi mengenai kontribusi sektor pariwisata, pertanian, peternakan, perdagangan, dan pertambangan terhadap perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa penyajian data yang akurat sangat diperlukan agar potensi investasi daerah dapat dipetakan secara tepat dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah maupun calon investor.
Mahasiswa juga berkesempatan menyusun bahan presentasi bilingual mengenai potensi dan peluang investasi Provinsi Nusa Tenggara Barat, membantu penyusunan laporan sektor prioritas investasi, serta terlibat dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) melalui penyusunan surat undangan, notulen rapat, dan berbagai dokumen administrasi pendukung. Dari berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai pentingnya koordinasi, komunikasi, dan penyusunan informasi yang sistematis dalam mendukung promosi investasi daerah serta penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku usaha.
Tidak hanya memperoleh pengalaman pada Bidang Penanaman Modal, mahasiswa juga ditempatkan pada Bagian Keuangan untuk mempelajari proses administrasi keuangan di lingkungan DPMPTSP Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada bagian ini, mahasiswa membantu proses penginputan Surat Pertanggung jawaban (SPJ) melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bagian dari proses pengajuan Ganti Uang (GU). Sebelum data di input ke dalam sistem, mahasiswa melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen pendukung, seperti kwitansi, nota, dan dokumen administrasi lainnya guna memastikan kesesuaian data dengan dokumen fisik.
Selanjutnya, mahasiswa membantu pencatatan SPJ pada buku administrasi keuangan, mencocokkan kwitansi dengan Buku Kas Umum (BKU), memeriksa kelengkapan dokumen sebelum diserahkan kepada bendahara, serta melakukan pengarsipan dokumen secara sistematis agar mudah ditemukan kembali ketika diperlukan. Mahasiswa juga terlibat dalam proses digitalisasi arsip melalui kegiatan pemindaian dokumen sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan instansi.
Di samping pekerjaan utama, mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan pendukung, seperti apel pagi, rapat internal, sosialisasi penggunaan E-Kinerja ASN, serta berbagai aktivitas administrasi lainnya. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin, kerja sama, komunikasi, dan budaya kerja profesional dalam mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Berbagai pengalaman tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan kompetensi yang dipelajari dalam Program Studi Ilmu Aktuaria. Kemampuan dalam statistika, analisis data, pemodelan kuantitatif, serta berpikir logis dan sistematis menjadi bekal penting dalam mengolah informasi investasi maupun administrasi keuangan secara akurat. Setiap data yang dikelola memerlukan proses verifikasi, validasi, dan penyajian yang tepat agar dapat menghasilkan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan dan mendukung proses pengambilan keputusan.
Pelaksanaan MBKM di DPMPTSP Provinsi Nusa Tenggara Barat juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan berbagai soft skills, seperti kemampuan beradaptasi, bekerja sama dalam tim, mengelola waktu, berkomunikasi secara profesional, serta menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting yang melengkapi kompetensi akademik sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja.
Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik, kegiatan magang ini memberikan pengalaman yang membentuk pola pikir mahasiswa mengenai pentingnya integritas, ketelitian, dan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan. Melalui keterlibatan secara langsung dalam pengelolaan data investasi dan administrasi keuangan, mahasiswa memahami bahwa setiap informasi yang disusun memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan publik, peningkatan investasi, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, program MBKM di DPMPTSP Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memperluas pandangan mengenai ruang lingkup profesi lulusan Ilmu Aktuaria. Kompetensi yang dimiliki tidak hanya relevan pada sektor asuransi dan industri keuangan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan investasi, administrasi keuangan, serta tata kelola pemerintahan yang berbasis data.
-
Marlinatul Hikma dan Manda






