MEDIAAKSI.COM – Sekelompok mahasiswa Program Studi Bisnis Kreatif Vokasi Universitas Indonesia menciptakan inovasi bra bernama Rekat untuk membantu perempuan dengan keterbatasan fisik dalam berpakaian secara mandiri. Produk ini dirancang khusus dengan fitur kemudahan akses agar dapat digunakan oleh lansia serta penyandang disabilitas dengan tetap memperhatikan kenyamanan serta estetika desain.
Inisiatif tersebut lahir dari lima mahasiswa yakni Patricia Revi De Mila, Quency Nova Mardira, Aulia Attaya, Nayang Nurizah, dan Annas Tasya melalui mata kuliah Pengembangan Produk. Proyek ini bertujuan menjawab tantangan nyata di lapangan terkait sulitnya aksesibilitas pakaian dalam yang ramah bagi penyandang keterbatasan motorik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2023, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa atau 8,5 persen dari total populasi. Angka tersebut menjadi dasar kuat bagi tim mahasiswa tersebut untuk menghadirkan solusi fesyen yang lebih inklusif bagi masyarakat luas.
Aktivitas berpakaian merupakan rutinitas dasar harian yang sering kali menjadi tantangan besar bagi perempuan dengan keterbatasan fisik, bahkan memengaruhi kemandirian serta rasa percaya diri mereka, ungkap Patricia Revi De Mila di Depok, Rabu (8/7/2026).
Sistem Pengait Magnetik Fungsional
Pengembangan bra Rekat melibatkan riset mendalam selama tiga bulan yang mencakup eksplorasi material serta wawancara langsung dengan calon pengguna. Produk ini mengadopsi konsep desain yang berpusat pada pengguna dengan menghilangkan kawat dan mengganti sistem pengait belakang yang sulit dijangkau dengan mekanisme pengait magnet di bagian depan.
Mekanisme ini memungkinkan pengguna untuk mengenakan serta melepas bra dengan gerakan yang jauh lebih sederhana tanpa memerlukan bantuan orang lain. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi standar baru bagi produk fesyen inklusif di tanah air yang memberikan kemandirian lebih bagi pemakainya.
Terkait keberhasilan inovasi tersebut, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, menyebut bahwa Rekat merupakan perwujudan konkret dari penerapan ilmu pengetahuan di bangku kuliah yang ditransformasikan menjadi solusi sosial. Harapannya, proyek ini dapat menjadi pemicu munculnya produk kreatif lain yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas di masa depan.







