Bayar Tuntas Perjuangan Semester 8, Deni Mulyawan dan Tim Siap Hadapi Sidang Tugas Akhir Universitas Pamulang

Universitas Pamulang
kelompok mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) yang beranggotakan Deni Mulyawan, Muhamad Aliyudin, dan Lamanda Lintang Lestari, kini resmi bersiap menghadapi tantangan pamungkas: sidang Tugas Akhir metode Project Work.

MEDIAAKSI.COM – Memasuki garis akhir perjalanan akademik di semester 8, kelompok mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) yang beranggotakan Deni Mulyawan, Muhamad Aliyudin, dan Lamanda Lintang Lestari, kini resmi bersiap menghadapi tantangan pamungkas: sidang Tugas Akhir metode Project Work.

Setelah melalui proses pengembangan sistem yang intensif, tim ini kini berada di fase bimbingan intensif dan pemenuhan legalitas karya sebelum berjuang meraih gelar Sarjana Komputer (S.Kom).

Fase krusial menuju meja sidang ini dipandu langsung oleh Octaviana Anugrah Ade Purnama selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir mereka. Di bawah bimbingan Pak Octa, sapaan akrabnya, Deni dan tim melakukan bedah total terhadap kesiapan teknis aplikasi Network Monitoring System (NMS) yang telah dibangun.

Proses asistensi berkala ini mencakup pengujian arsitektur coding, validasi alur kerja (flow) aplikasi, penyusunan manual book (buku panduan pengguna), hingga penyusunan laporan ilmiah yang komprehensif.

Dalam prosesnya, Pak Octa menyatakan kepuasannya terhadap hasil kerja keras kelompok mahasiswa ini yang berhasil mengintegrasikan framework Next.js dengan teknologi AI Chatbot. Kendati demikian, sebagai dosen yang berorientasi pada standar industri, beliau menekankan bahwa parameter keberhasilan utama dari Project Work ini sepenuhnya bersandar pada kepuasan dan kebutuhan riil dari pihak PIC PT Hypernet Indodata selaku mitra industri yang akan mengimplementasikan sistem tersebut.

Universitas Pamulang
UAT Apps

Guna memberikan perlindungan hukum atas inovasi teknologi yang telah diciptakan, Deni Mulyawan dan tim juga bergerak proaktif dengan mendaftarkan aplikasi NMS berbasis AI ini ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah ini menjadi pembuktian bahwa karya tugas akhir mahasiswa UNPAM tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga diakui sebagai sebuah produk inovasi yang orisinal dan siap pakai.

“Bimbingan intensif bersama Pak Octa membuka mata kami bahwa sebuah aplikasi yang siap rilis di industri tidak hanya harus bebas dari bug, tetapi juga harus terdokumentasi dengan baik, mudah dipahami pengguna lewat manual book, dan memiliki perlindungan hukum melalui HAKI. Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian dari observasi hingga UAT bersama PIC Hypernet berjalan lancar, dan kini kami siap mempertanggungjawabkannya di hadapan dewan penguji,” tegas Deni Mulyawan.

Dengan rampungnya seluruh berkas laporan, buku panduan, serta proses pendaftaran HAKI yang tengah berjalan, Deni, Aliyudin, dan Lamanda kini mantap melangkah ke ruang sidang Tugas Akhir Universitas Pamulang. Momen ini menjadi puncak dari estafet perjuangan panjang mereka dari proyek absensi di PT Musano hingga sistem monitoring canggih di Hypernet Indonesia demi meraih kelulusan.

Pos terkait