MEDIAAKSI.COM- Rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan 1 (PBL 1) mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Desa Sungai Besar, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, resmi berakhir pada 13 Agustus 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung sejak 13 Juli 2026 ini difokuskan pada pemetaan masalah kesehatan berbasis data serta analisis faktor risiko di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dijalankan oleh dua kelompok kerja mahasiswa FKIK ULM yang membagi area penjangkauan secara kolaboratif. Kelompok 8 dipimpin oleh Muhammad Aulia sebagai ketua, dengan anggota Nadia Khairunisa dan Nor Aulia Hidayah. Sementara itu, Kelompok 10 diketuai oleh Dhewa Rizky Maulana, beranggotakan Dhea Noviandini dan Patmakia Karapa. Kerja sama kedua tim ini mencakup wilayah pembinaan di lingkungan RT 01, RT 02, dan RT 03 Desa Sungai Besar dengan dukungan penuh dari Kepala Desa Sungai Besar, Abdul Kadir.
Proses PBL 1 diawali dengan tahap pendataan dan pengumpulan data primer serta sekunder secara intensif dari rumah ke rumah di RT 01, RT 02, dan RT 03. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kesehatan keluarga, observasi kondisi lingkungan fisik, serta pengamatan ketersediaan sarana sanitasi dasar warga setempat. Selama proses pendataan dari rumah ke rumah ini, tim mahasiswa disambut dengan kehangatan dan keterbukaan yang luar biasa oleh warga Desa Sungai Besar. Keramahan penduduk lokal serta tingginya rasa kebersamaan menjadi pendukung utama yang mempermudah proses wawancara dan pengumpulan data di lapangan.
Usai data awal terhimpun, mahasiswa menyelenggarakan Musyawarah Masyarakat Desa 1 (MMD 1) bersama perangkat desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat dari RT 01 hingga RT 03. Forum MMD 1 ini menjadi sarana pemaparan tujuan pendataan serta wadah penyerapan aspirasi awal warga terkait kondisi lingkungan dan masalah kesehatan yang sering dialami sehari-hari. Antusiasme warga terlihat jelas dari tingginya keikutsertaan mereka dalam sesi diskusi, mencerminkan kepedulian bersama terhadap peningkatan derajat kesehatan desa.
Seluruh data hasil survei tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk mengidentifikasi faktor risiko dominan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat Desa Sungai Besar. Analisis ini mencakup evaluasi terhadap sanitasi lingkungan, perilaku hidup bersih, kualitas air bersih, hingga profil penyakit menular dan penyakit tidak menular yang ditemukan di lapangan.
Selain fokus pada pendataan rumah tangga, tim mahasiswa juga aktif terlibat dalam tingginya aktivitas sosial warga di tingkat desa. Mahasiswa turut menjadi narasumber dalam program Sekolah Lansia yang diselenggarakan bekerja sama dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Desa Sungai Besar untuk memberikan edukasi kesehatan dan kualitas hidup lansia. Selain itu, kolaborasi erat juga terjalin dalam kegiatan pelayanan di Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Suka Damai. Semangat gotong royong warga serta aktifnya para kader kesehatan lokal memperkuat pendampingan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dari tingkat balita hingga lansia.
Rangkaian PBL 1 ditutup dengan digelarnya Musyawarah Masyarakat Desa 2 (MMD 2). Pada forum ini, data hasil analisis faktor risiko dipaparkan secara terbuka kepada Kepala Desa Abdul Kadir, pihak desa, dan warga untuk menyepakati prioritas utama masalah kesehatan yang harus ditangani. MMD 2 sekaligus menjadi ruang penetapan komitmen bersama antara pihak akademisi dan warga desa sebelum memasuki tahap penanganan. Tingginya partisipasi aktif warga hingga akhir kegiatan menegaskan kesiapan masyarakat untuk bergerak bersama dalam perbaikan kesehatan lingkungan.
Berakhirnya MMD 2 menandai tuntasnya fase diagnosis komunitas pada PBL 1. Sebagai tindak lanjut dari prioritas masalah yang telah disepakati di RT 01, RT 02, dan RT 03, tim mahasiswa FKIK ULM dijadwalkan akan kembali ke Desa Sungai Besar untuk melangkah ke tahap PBL 2. Pada PBL 2 mendatang, fokus utama kegiatan akan beralih pada pelaksanaan intervensi program, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan perubahan perilaku dan lingkungan yang lebih sehat.






