Mahasiswa KKNT IPB Perkuat Legalitas dan Eksistensi UMKM Desa Pulung melalui Pendampingan Pintu ke Pintu

MEDIAAKSI.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University Desa Pulung 2026 melaksanakan program UMKMGoDigital melalui kegiatan pendampingan usaha secara pintu ke pintu kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kegiatan yang berlangsung selama 11 hari, mulai 2 Agustus hingga 12 Agustus 2026, ini bertujuan untuk memperkuat fondasi usaha masyarakat melalui peningkatan legalitas, visibilitas, dan citra UMKM agar mampu berkembang serta memiliki daya saing usaha yang lebih tinggi.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKNT IPB melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha masyarakat untuk memahami kondisi, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi setiap pelaku UMKM. Pendekatan secara personal melalui pendampingan pintu ke pintu memungkinkan mahasiswa memberikan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha, mulai dari aspek administrasi, pemasaran digital, hingga penguatan identitas produk.

Salah satu kebutuhan yang ditemukan selama proses pendampingan adalah penguatan legalitas usaha melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Mahasiswa membantu proses pengajuan NIB bagi pelaku usaha keripik usus ayam dan risol pisang ijo yang memiliki ketertarikan untuk melengkapi administrasi usahanya. Bagi pelaku usaha, kepemilikan NIB menjadi langkah penting karena dapat mendukung proses pengurusan sertifikasi halal serta menjadi salah satu persyaratan apabila terdapat kesempatan memperoleh bantuan modal atau program pengembangan usaha dari pemerintah di masa mendatang.

Selain penguatan legalitas usaha, mahasiswa KKNT IPB juga membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan kemudahan transaksi melalui pembuatan dan aktivasi QRIS sebagai metode pembayaran digital. Pendampingan QRIS dilakukan kepada pelaku usaha penjual bakso keliling dan usaha tahu krispi yang tertarik untuk menyediakan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan. Salah satu pelaku usaha bakso menyampaikan bahwa penggunaan QRIS mulai semakin diminati oleh pelanggan, terlihat dari meningkatnya jumlah transaksi yang dilakukan melalui pembayaran digital dari waktu ke waktu. Hal tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran mulai diterima masyarakat desa dan dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.

Dalam upaya memperluas jangkauan usaha, mahasiswa KKNT IPB melakukan pendampingan peningkatan visibilitas UMKM di ruang digital melalui pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps. Pendampingan ini diberikan kepada seluruh pelaku UMKM yang menjadi sasaran program agar keberadaan usaha mereka lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas. Dengan adanya identitas lokasi secara digital, produk dan layanan UMKM Desa Pulung memiliki peluang lebih besar untuk dikenal oleh calon konsumen di luar lingkungan sekitar.

Tidak hanya berfokus pada aspek administrasi dan digitalisasi, mahasiswa juga melakukan pendampingan rebranding produk UMKM melalui pembaruan identitas visual usaha, seperti logo dan katalog produk. Pendampingan pembuatan maupun pembaruan logo dilakukan kepada BUMDes Mitra Sejahtera Pulung, usaha tahu krispi, dan usaha catering cake and bakery. Pembaruan tersebut bertujuan menciptakan tampilan usaha yang lebih menarik, informatif, dan profesional sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen serta memperkuat karakter produk lokal.

Dalam pelaksanaan program UMKMGoDigital, mahasiswa KKNT IPB Desa Pulung 2026 berhasil menjangkau enam pelaku usaha lokal yang berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan. Para pelaku usaha memberikan respons positif terhadap kegiatan sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan secara pintu ke pintu. Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM merasa terbantu dalam memahami berbagai langkah pengembangan usaha, mulai dari penguatan administrasi, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan tampilan produk.

Program UMKMGoDigital menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKNT IPB dalam membangun kolaborasi bersama masyarakat untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan langsung kepada pelaku usaha, proses pendampingan dapat berlangsung lebih dekat, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan nyata UMKM Desa Pulung.

Rangkaian kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem UMKM Desa Pulung yang lebih tertata secara administrasi, memiliki jangkauan digital yang lebih luas, serta mempunyai identitas usaha yang lebih kuat. Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, UMKM lokal diharapkan mampu berkembang menjadi usaha yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing lebih tinggi di masa mendatang.

  • Gandhi Al Sunny, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University

Pos terkait