Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Laksanakan Edukasi Pergaulan Sehat Melalui Program #PAGARREMAJA

MEDIAAKSI.COM – Menanggapi maraknya fenomena kenakalan remaja dan risiko pergaulan bebas di era digital, Dony Prastyo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), sukses menggelar program kerja individu bertajuk #PAGARREMAJA (Pahami Pergaulan, Gagalkan Risiko Sejak Remaja) di SMPN 2 Tangen, Jumat (31/07/2026).

Program individu ini digagas sebagai respon atas kerentanan remaja usia sekolah menengah pertama (12–15 tahun) yang berada pada fase transisi pencarian identitas diri. Kegiatan ini mengombinasikan penyampaian materi pencegahan risiko, media edukasi partisipatif berupa “Pohon Solusi”, serta penyerahan media sosialisasi fisik yakni banner edukasi pergaulan bebas kepada pihak sekolah.

Adapun urgensi & realita kasus pergaulan bebas remaja di Kabupaten Sragen, tepatnya di Kecamatan Tangen sendiri perlu perhatian khusus, maka perlunya diadakan edukasi pergaulan sehat di tingkat SMP menjadi sangat krusial mengingat berbagai data dan fenomena sosial yang mengancam generasi muda saat ini:

Bacaan Lainnya
  1. Maraknya Pernikahan Dini & KTD: Data dari BKKBN dan Pengadilan Agama mencatat tingginya permohonan dispensasi nikah usia remaja yang lebih dari 80% diantaranya dipicu oleh kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) akibat pergaulan bebas.
  2. Paparan Konten Dewasa via Smartphone: Survei KPAI menunjukkan lebih dari 66% remaja usia sekolah menengah pernah terpapar konten pornografi melalui perangkat digital, yang memicu dorongan eksperimentasi seksual berisiko.
  3. Kekerasan & Perundungan (Bullying): Data Kemendikbudristek menunjukkan 1 dari 3 peserta didik berpotensi mengalami perundungan atau kekerasan sebayanya di lingkungan sekolah.
  4. Penyalahgunaan Zat Berbahaya (Narkoba) & Merokok: Tingginya angka perokok pemula dan penggunaan vape di kalangan siswa SMP yang sering menjadi pintu masuk pergaulan menyimpang lainnya.
  5. Penyebaran HIV/AIDS: Menurut data dari BPS Jawa Tengah, Kabupaten Sragen masuk dalam daftar 10 besar kasus HIV AIDS se-Jawa Tengah, dengan 214 kasus. Hal ini yang membuat pentingnya edukasi dan penyuluhan mengenai pergaulan sehat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah pendekatan khusus melalaui program #PAGARREMAJA dan juga Inovasi Pembelajaran yang edukatif yakni menggunakan Metode “Pohon Solusi”, adapun kelebihan dari media pembalajaran tersebut dibandingkan metode ceramah konvensional satu arah yang cenderung membosankan bagi siswa SMP, metode “Pohon Solusi” yang diterapkan Dony Prastyo menawarkan keunggulan pembelajaran aktif (active learning):

  • Partisipatif & Visual: Siswa diajak secara aktif mengidentifikasi masalah pergaulan di sekitarnya seperti merokok, narkoba, seks bebas, dan juga perundungan (digambarkan sebagai “daun/akar masalah”), lalu merumuskan tindakan pencegahannya pada kertas berbentuk daun hijau (“Solusi Sehat”) untuk ditempelkan pada bagan Pohon Solusi di depan kelas.
  • Melatih Berpikir Kritis & Reflektif: Mendorong siswa menganalisis hubungan sebab-akibat dari perilaku berisiko serta menemukan solusinya secara mandiri. Siswa dikelompokan sesuai dengan isu yang didapatkan lalu anggota kelompok masing-masing menuliskan solusi dari permasalahan tersebut, sekaligus menggunakan metode pembelajaran PjBL (Project Based Learning).
  • Media Pembelajaran Berkelanjutan (Visual Cue): Pohon Solusi yang telah terisi ditempel di dinding kelas sebagai pengingat komitmen bersama (habituation tool) bagi siswa dan guru dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menciptakan Ruang Diskusi Aman (Safe Space): Membantu siswa mengekspresikan keresahan atau pertanyaan seputar pergaulan remaja tanpa merasa ditakut-takuti atau dihakimi. Saat sesi edukasi telah selesai sebalum memasuki penggunaan media ajar, murid diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi pergaulan sehat.

Rangkaian Acara dan Penyerahan Banner Edukasi:

Kegiatan diawali dengan yel-yel pemantik semangat, disusul kuis interaktif “Sehat atau Berisiko?” untuk menguji pemahaman siswa dalam membedakan pergaulan yang membangun dan yang merusak. Seluruh siswa juga bersama-sama mengucapkan ikrar remaja sehat dan taat norma.

Sebagai puncak dan wujud komitmen keberlanjutan program individu ini, Dony Prastyo secara simbolis menyerahkan Banner Edukasi Pergaulan Sehat kepada Kepala SMP N 2 Tangen. Banner ini memuat panduan praktis nilai-nilai pergaulan positif, ajakan pencegahan kenakalan remaja, serta penguatan karakter Pancasila yang dipasang di area strategis sekolah sebagai media imbauan dan edukasi yang berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah.

“Melalui program kerja individu #PAGARREMAJA dan penyerahan banner edukasi ini, saya berharap para siswa tidak hanya mendengarkan materi saat sosialisasi, tetapi terus ingat dan menerapkan nilai-nilai pergaulan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah juga memiliki media visual yang terus mengingatkan siswa pentingnya benteng moral, ujar Dony.

Kepala SMP N 2 Tangen menyambut hangat dan mengapresiasi langkah nyata Dony mahasiswa PPKn KKN UNISRI dalam mendukung pembentukan karakter positif dan perlindungan remaja di lingkungan sekolah.

  • Dony Prastyo, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Slamet Riyadi

Pos terkait