MEDIAAKSI.COM – Komitmen, konsistensi, dan semangat untuk terus berproses menjadi perhatian dalam Kajian Ilmiah Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kajian dan Penelitian Mahasiswa (UKM LKP2M). Dalam forum tersebut, Ahmad Royhan Firdaus dan Ardiansyah Bagus Ramadhan merefleksikan dinamika organisasi, mulai dari partisipasi anggota, keberlanjutan program, hingga pentingnya mempersiapkan kader yang mampu meneruskan budaya akademik organisasi.
Ahmad Royhan Firdaus selaku Wakil Direktur LKP2M menilai bahwa komitmen merupakan salah satu modal paling berharga dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Program yang telah diinisiasi dan dijalankan pada satu periode, menurutnya perlu dijaga keberlangsungan dan keberlanjutannya di periode berikutnya. Ia berharap kegiatan kajian yang telah berjalan rutin saat ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Minimal kalau tahun ini ada, insyaallah tahun depan juga ada. Kajian juga begitu, minimal kalau tahun ini ada, insyaallah tahun depan juga ada. Menjalankan kajian perlu komitmen dan konsistensi, dimana keduanya sangatlah mahal dan langka di organisasi,” ujar Royhan dalam diskusi.
Lebih lanjut, Royhan yang juga pernah menjadi Kepala Biro Penelitian menegaskan, komitmen juga harus berjalan beriringan dengan konsistensi. Hal tersebut tidak hanya berlaku dalam kegiatan kajian dan pengelolaan organisasi, tetapi juga dalam aktivitas penelitian. “Penelitian itu kalau nggak konsisten, nggak akan selesai, kalau nggak komitmen, nggak selesai. Jadi harus komitmen dan konsistensi terhadap apapun proses yang kita jalani,” tegasnya.
Sementara itu, Ardiansyah Bagus Ramadhan menyoroti persoalan motivasi, komunikasi, dan inisiatif anggota sebagai tantangan dalam dinamika organisasi. Ia mengungkapkan bahwa upaya mengingatkan anggota telah dilakukan baik melalui grup maupun secara individual. Di sisi lain, Ardiansyah juga menyadari bahwa setiap anggota memiliki kondisi dan kesibukan yang berbeda sehingga perlu disikapi secara proporsional.
Diskusi tidak berhenti pada evaluasi, tetapi juga mengarah pada pencarian solusi. Salah satu gagasan yang muncul adalah pemetaan minat anggota pada bidang kajian, penelitian, dan organisasi. Ardiansyah menyampaikan bahwa pemetaan tersebut dapat membantu pengurus untuk mengetahui kecenderungan anggotanya, sedangkan Royhan menilai langkah itu dapat menjadi salah satu solusi dalam hal pengembangan potensi dan sumber daya anggota serta ajang untuk aktualisasi diri semasa muda.
Selain pemetaan minat, forum turut membahas keterlibatan anggota melalui skema volunteer. Gagasan tersebut diarahkan untuk memberikan ruang belajar sekaligus menyiapkan anggota agar tidak hanya menjadi bagian organisasi secara administratif, tetapi juga terlibat dalam kajian, penelitian, dan pengembangan organisasi. “Tujuannya agar anggota di UKM tidak hanya menyandang status, tapi juga bisa aktif berpartisipasi dan berkontribusi dengan memanfaatkannya sebagai proses belajar, entah itu kajian, penelitian ataupun pengembangan organisasi dan lain sebagainya,” tutur Royhan.
Royhan juga menekankan pentingnya semangat berproses agar organisasi terus menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun. Kolaborasi dan komunikasi dinilai tetap diperlukan meskipun seseorang tidak sedang menduduki posisi struktural tertentu. Ia berharap LKP2M tidak mengalami kemunduran, tetapi terus memperlihatkan kemajuan dan semangat untuk berproses, tidak hanya berorientasi pada hasil.
Pada akhirnya, keberlanjutan organisasi tidak hanya bergantung pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kesediaan setiap anggotanya untuk belajar dan berkembang bersama. Royhan mengajak pengurus untuk tetap menjalankan program meskipun partisipasi anggota tidak selalu sesuai harapan. “Berapapun yang ikut kajian, jalan aja terus. Berapapun yang ikut pelatihan dan penelitian, silakan jalankan saja programnya. Dengan demikian, kultur kajian, penelitian, dan pengembangan di LKP2M akan tetap ada dan terjaga keberlangsungannya,” pesannya.
Menutup diskusi, Ardiansyah mengajak seluruh anggota untuk menjaga semangat dalam berorganisasi dan terus berproses bersama. Menurutnya, keberlanjutan organisasi hanya dapat terwujud apabila seluruh anggota mampu menjaga komitmen dan istiqamah dalam menjalankan amanah. Menanggapi pesan Royhan, Ardiansyah menegaskan, “Siap, insyaallah. Doakan istiqamah,” ungkapnya
Melalui forum tersebut, Kajian Ilmiah UKM LKP2M menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali dinamika internal organisasi sekaligus merumuskan langkah pengembangan yang berorientasi pada masa depan. Komitmen, konsistensi, pemetaan potensi anggota, kolaborasi, dan keberanian untuk terus menjalankan program menjadi beberapa gagasan yang mengemuka dalam upaya menjaga keberlanjutan organisasi dan budaya akademik mahasiswa.
-
Ahmad Royhan Firdaus






