MEDIAAKSI.COM– Setelah sukses menggelar sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah bagi masyarakat Desa Morosi pada 26 Juli 2026, mahasiswa KKN-Tematik FMIPA Universitas Halu Oleo (UHO) kembali melanjutkan program kerja dengan menyasar generasi muda. Kali ini, mereka hadir di SD Negeri 1 Porara, Kabupaten Konawe, untuk mengajak anak-anak sekolah dasar mengenal lebih dekat prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan cara mengelola sampah dengan benar.
Kegiatan ini berlangsung berkat dukungan penuh dari Ibu Marhumah, S.Ag., Kepala Sekolah SD Negeri 1 Porara, beserta guru dan staf sekolah. Anak-anak kelas 5A dan 5C digabung sehingga suasana terasa ramai dan penuh semangat. Indriyani Putri alias kak Indri tampil sebagai MC, memperkenalkan tim KKN kepada siswa dan guru, serta mengenalkan pemateri utama Wa Ode Nur Afifah Syahrir yang akrab disapa kak Ifa. Sementara itu, Ici Febriyanti atau kak Ici menghandle ice breaking, mencairkan suasana dengan permainan singkat agar anak-anak lebih bersemangat mengikuti materi. Kak Ici juga punya slogan loh, slogannya “SAMPAH DIPILAH?? BUMI PUN CERIA”
Materi dimulai dengan pengenalan tentang “Apasih itu sampah? Tulang ikan… Sayur… Kantong…” dan banyak lagi jawaban dari anak-anak. Kak Ifa menjelaskan bahwa sampah adalah sisa aktivitas manusia yang sudah tidak digunakan lagi, namun jika tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan masalah besar bagi lingkungan. Setelah itu, siswa diperkenalkan pada jenis-jenis sampah, yaitu ada sampah organik dan ada sampah anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan kulit buah dapat terurai secara alami dan diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan kaca membutuhkan penanganan khusus karena sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan.
Setelah memahami jenis-jenis sampah, siswa diajak mendalami materi yang tidak kalah penting yaitu Prinsip 3R atau Reduce, Reuse, dan Recycle. Kak Ifa juga sering berinteraksi kepada siswa agar pembawaan materi tidak terkesan boring dan lebih mudah dipahami. Reduce berarti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, misalnya dengan membawa botol minum sendiri atau menggunakan tas kain saat berbelanja. Reuse berarti menggunakan kembali barang yang masih bisa dimanfaatkan, seperti memanfaatkan botol bekas sebagai wadah, ada juga yang bilang tempat pensil, pot bunga, botol minum dan lainnya. Recycle berarti mendaur ulang barang bekas menjadi produk baru, contohnya mengolah sampah organik menjadi kompos atau memadatkan plastik menjadi ecobrick yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan sederhana. Di akhir materi, Kak Ifa memberi 3 pertanyaan seputar materi, dan banyak yang ntusias menjawab. Sebagai penghargaan atas keberanian dan perhatiannya, yang menjawab diberikan dorprize. “Sampah di Pilah?? Bumipun Ceriaa” sambung kak Ici sebagai penutup dari pembawaan materi kak Ifa.
Biar nggak cuma teori, mahasiswa KKN-Tematik juga mengadakan game lomba tentang jenis-jenis sampah. Game untuk menguji pemahaman siswa tentang jenis-jenis sampah, cara mainnya lompat kanan berarti organik dan lompat kiri berarti anorganik. Pemandu dari mahasiswa akan memberikan contoh sampah seperti plastik, sayur-sayuran, kaca, kertas dan lainnya. Lalu memberikan aba-aba kepada siswa untuk melompat. Game berlangsung sengit sehingga lama menentukan juaranya, ini menandakan siswa memahami materi yang sudah dibawakan sebelumnya.
Kegiatan ini juga dapat terlaksana karena adanya monitoring dan arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Drs. Nasaruddin, M.Si. sebagai ketuanya, bersama anggota tim dosen pembimbing. Kehadiran DPL yang merespon cepat tanggapan dan pertanyaan dari mahasiswa, mengawasi dan memberi arahan agar program KKN berjalan sesuai tujuan akademis serta bermanfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, mahasiswa merasa lebih terarah dalam menyusun kegiatan, sekaligus memastikan bahwa program kerja yang dilaksanakan tetap relevan dengan kebutuhan desa dan sekolah.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan benar. Dengan pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa berharap pesan tentang kepedulian lingkungan dapat lebih mudah dipahami dan dipraktikkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan di SDN 1 Porara ini menjadi lanjutan dari program sosialisasi di balai desa, sekaligus memperkuat komitmen KKN Tematik FMIPA UHO dalam membangun budaya peduli lingkungan di Desa Morosi. Jika sebelumnya masyarakat umum diperkenalkan pada praktik pembuatan kompos dan ecobrick, maka kali ini anak-anak sekolah diajak memahami dasar-dasar pengelolaan sampah melalui cara yang sederhana dan menyenangkan.
Dengan adanya rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap kesadaran lingkungan dapat tumbuh secara berlapis. Mulai dari masyarakat dewasa hingga generasi muda, sehingga Desa Morosi benar-benar menjadi desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi terus berinovasi dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat.
-
Muhammad Al-Iksan, KKN-Tematik UHO 2026, Desa Morosi, Sulawesi Tenggara






