MEDIAAKSI.COM –Lapangan SMA Negeri 1 Piyungan riuh oleh sorak-sorai dan gelak tawa siswa pada Jumat (14/8/2026). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah menggelar rangkaian perlombaan yang diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai jenjang kelas.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu turut melibatkan guru, pengurus OSIS, dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2026, yang bahu-membahu menyukseskan jalannya perlombaan dari awal hingga akhir.
Perayaan HUT RI di SMA Negeri 1 Piyungan tahun ini dikemas dalam bentuk perlombaan yang tidak hanya mengedepankan unsur hiburan, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan sportivitas. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja bersama antara sekolah, OSIS, dan mahasiswa PK UNY yang tengah menjalani praktik kependidikan di sekolah tersebut. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri, sebab mahasiswa PK tidak hanya berperan sebagai pendamping kegiatan belajar-mengajar di kelas, tetapi juga aktif turun langsung mendukung kegiatan kesiswaan seperti perlombaan HUT RI ini.
Empat jenis perlombaan mewarnai peringatan HUT ke-81 RI di sekolah ini, yakni estafet sarung, estafet karet, lomba Reels Instagram, dan lomba supporter. Estafet sarung mengharuskan setiap kelompok memindahkan sarung dari ujung ke ujung barisan tanpa melepaskan genggaman tangan antarpeserta, sehingga menuntut kekompakan sekaligus kecepatan gerak. Estafet karet menghadirkan tantangan berbeda: peserta harus memindahkan karet gelang dari mulut ke mulut menggunakan sedotan secara berantai tanpa bantuan tangan, sebuah permainan yang memancing tawa sekaligus menguji kesabaran dan kerja sama tim.
Sementara itu, lomba Reels Instagram memberi ruang bagi siswa untuk mengasah kreativitas di bidang konten digital, dengan mengabadikan dan mengemas keseruan rangkaian kegiatan HUT RI ke dalam video pendek yang menarik. Adapun lomba supporter menjadi ajang unjuk kreativitas dan kekompakan setiap kelompok dalam memberikan dukungan kepada peserta lomba lainnya, lengkap dengan yel-yel, atribut merah putih, dan koreografi sederhana yang menambah semarak suasana lapangan.
Kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tidak lepas dari kolaborasi erat antara guru, OSIS, dan mahasiswa PK. Guru berperan dalam pengawasan umum dan pengambilan keputusan teknis, OSIS bertugas sebagai penggerak dan penghubung dengan siswa di tiap kelas, sedangkan mahasiswa PK turut membantu mempersiapkan peralatan lomba, mengatur teknis pelaksanaan di lapangan, mengoordinasikan peserta per kelompok, hingga memastikan setiap sesi perlombaan berjalan tertib dan sesuai jadwal.
Mahasiswa PK terlibat aktif di hampir setiap titik kegiatan. Selain membantu persiapan teknis seperti penataan alat dan area lomba, mereka juga berperan mendampingi siswa selama pertandingan berlangsung, mulai dari mengarahkan alur perlombaan, menjaga ketertiban antarpeserta, hingga mendokumentasikan momen-momen keseruan untuk keperluan publikasi sekolah. Bagi mereka, keterlibatan ini menjadi bagian dari pengalaman praktik kependidikan yang tidak terbatas pada kegiatan belajar-mengajar di kelas, tetapi juga mencakup pembelajaran mengelola kegiatan kesiswaan secara langsung di lapangan.
Antusiasme siswa terlihat sejak perlombaan dimulai. Sorak-sorai dari kelompok supporter saling bersahutan mengiringi jalannya pertandingan, sementara para peserta berusaha menampilkan performa terbaik demi membawa nama kelompoknya unggul. Meski persaingan berlangsung ketat, suasana tetap dijaga meriah dan sportif, dengan tawa dan semangat kebersamaan yang mendominasi sepanjang kegiatan.
Lebih dari sekadar ajang memperebutkan kemenangan, rangkaian perlombaan ini menjadi ruang belajar bagi siswa untuk bekerja sama, saling menghargai, dan membangun kekompakan antarteman. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat kemerdekaan yang ingin ditanamkan sekolah kepada generasi muda, bahwa perjuangan dan kebersamaan tetap relevan dimaknai dalam bentuk kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 1 Piyungan turut menghidupkan semangat kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan dunia siswa, sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah, OSIS, dan mahasiswa PK UNY dalam mendukung program kesiswaan. Di tengah riuhnya perlombaan, terselip pesan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal kemenangan, melainkan juga tentang kebersamaan, kerja sama, dan keberanian untuk mengambil bagian.
-
Nanik Rokayati, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta






