Wajah Baru MBG: Ruang Berkarya bagi Band Perintis UNNES

Gambar Gravatar

MEDIAAKSI.COM – Suara gitar dan drum terdengar dari pelataran Homie Geprek, Gedung Kewirausahaan (KWU) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Sabtu malam (9/5/26). Sejumlah mahasiswa dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi tampak menikmati penampilan empat band muda dalam acara musik bertajuk Musik Bersama Genzii (MBG). Berkonsep sederhana dengan latar belakang banner di area pelataran, acara ini menjadi ruang bagi band-band perintis mahasiswa UNNES untuk tampil dan menyalurkan minat mereka di bidang musik.

Ketua panitia, Akmal Putranto, menjelaskan bahwa MBG diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum dengan tujuan memberikan wadah bagi mahasiswa yang ingin mulai tampil di depan publik.

“Kami sangat ingin membuka peluang bagi mereka untuk menunjukkan bakatnya dan membuat sebuah wadah bagi para band tersebut untuk memulai karir musiknya. Harapannya adalah agar para mahasiswa dapat menunjukkan bakat mereka terutama di bidang musik, secara bebas, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” ungkap Akmal, Sabtu (9/5/26).

Bacaan Lainnya

Empat band mahasiswa dari berbagai program studi di UNNES tampil secara bergantian membawakan sejumlah lagu pilihan mereka. Band D’Soul membuka acara dengan nuansa akustik pop, termasuk membawakan lagu “Anything You Want” milik Reality Club.

Selanjutnya, band Satrova membawakan beberapa lagu, salah satunya “Tanpa Cinta” dari Yovie & Nuno. Band Angin dari Teknik turut menghibur penonton lewat lagu “Akad” milik Payung Teduh, sebelum Band Naspading menutup rangkaian penampilan malam itu.

Muhammad Ilham Saputra, drummer Angin dari Teknik, mengaku senang bisa ikut tampil dalam acara tersebut. Menurutnya, MBG dapat menjadi ruang berekspresi sekaligus tempat berkumpulnya mahasiswa yang memiliki minat di bidang musik.

“Kalau buat mahasiswa, menurut saya musik adalah wadah buat berekspresi. Semoga ke depannya acara ini bisa lebih besar lagi ekspansinya dan bisa mewadahi band-band di UNNES Raya,” harapnya.

Bagi Rico, vokalis Satrova, pengalaman tampil di MBG juga membantu melatih keberanian dan mental tampil di depan umum.

“Supaya bisa mengasah mental mereka. Supaya nanti mereka ketika sudah tidak mahasiswa lagi, punya job di luar, mereka bisa berani — di bawah ada keterangannya boleh jadi terus foto yang pertama sudah terbentuk,” kata Rico.

Sementara itu, Hilmi, anggota D’Soul dari Prodi Sastra Inggris (Sasing), menilai acara tersebut memberikan pengalaman baru, tidak hanya dari sisi bermusik tetapi juga persiapan teknis pertunjukan.
“Menurutku ini kesempatan bagus buat belajar gimana caranya me-manage instrumen. Bukan dari segi musiknya saja, tapi dari segi persiapannya. Ini bisa banget dijadikan pelajaran,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Bara Pamenang dari Naspading, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, yang melihat MBG sebagai tempat bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi minat mereka di bidang seni.

“Secara tidak langsung kita memberikan tempat bagi mereka yang memiliki ketertarikan ini untuk bisa mengeksplorasi lebih dalam lagi,” tuturnya.

Meski digelar dalam skala sederhana, MBG mendapat respons positif dari penonton yang hadir. Giovanni, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2024, mengaku menikmati suasana acara yang santai dan menghibur.

“Tugas mahasiswa kan banyak banget, stres banget. Tapi dengan ada acara kayak gini bisa menghibur kita. Ini kan weekend juga, bisa jadi sarana healing,” ungkap Giovanni.

Penonton lain bernama Restu juga menyampaikan kesan serupa. “Asik banget. Acara kayak gini penting banget soalnya bikin relaksasi pikiran teman-teman mahasiswa,” ujarnya. Sementara Ali menilai MBG dapat menjadi sarana hiburan sekaligus ruang penyaluran bakat bagi mahasiswa yang tertarik pada dunia musik.

Selain menjadi ruang hiburan dan kreativitas mahasiswa, kegiatan MBG juga dapat dikaitkan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui ruang tampil bagi mahasiswa, acara ini mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dengan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan kerja sama.

Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam bidang musik dan seni juga sejalan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena mendorong pengembangan potensi di sektor industri kreatif. Di sisi lain, penyelenggaraan acara musik mandiri di lingkungan kampus turut mencerminkan dukungan terhadap SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan wadah kreativitas dan inovasi mahasiswa.

Artikel ini disusun oleh:

– Adelia Puspa Savitri (2302040015)
– Aisi Azzahra (2302040017)
– Legia Putri Maharani (2302040028)
– Dwinato Mahendra Putra (2302040055)
– Fitriana Sari Lyana Anjani (2302040067)
– Akmal Putranto (2302040093)
– Syifa Akmal (2302040098)
– Yuliati, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D.
– Kushardiyanti Novinda, S.Pd., M.Pd.

Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang

Pos terkait