KKN MIT 22 UIN Walisongo Ajak Siswa SD Sulap Galon Bekas Menjadi Pot Bunga

MEDIAAKSI.COM – Mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi Kesehatan dan Lingkungan mengajak siswa SDN Samban 01, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, memanfaatkan galon bekas menjadi pot bunga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan kreativitas kepada siswa sejak dini.

Kegiatan yang dilaksanakan di SDN Samban 01, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN MIT 22 Posko 28 Desa Samban. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengajak siswa untuk belajar melalui aktivitas kreatif dan praktik secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas 6 diajak untuk memanfaatkan galon bekas yang sudah tidak digunakan menjadi pot bunga. Galon terlebih dahulu dibersihkan dan kemudian dikreasikan dengan berbagai warna serta hiasan sesuai dengan kreativitas masing-masing siswa. Dengan demikian, barang yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diubah menjadi benda yang memiliki nilai guna sekaligus nilai estetika.

Kepala SDN Samban 01, Jumarni, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan bersama mahasiswa KKN MIT 22 Posko 28 Desa Samban tersebut. Menurutnya, kegiatan pemanfaatan barang bekas dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus belajar memanfaatkan barang yang ada di sekitar mereka.

“Hari ini ada kegiatan kelas 6 bersama kakak-kakak KKN, yaitu pemanfaatan barang bekas dari galon untuk dimanfaatkan menjadi pot bunga. Kegiatan ini menjadikan siswa lebih berkreasi dalam pemanfaatan barang bekas agar menjadi barang yang mempunyai nilai guna. Anak-anak juga dapat berkreasi sesuai selera masing-masing,” ujar Jumarni selaku Kepala SDN Samban 1.

Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk dan desain pot sesuai dengan kreativitas masing-masing. Hal ini membuat setiap pot bunga yang dihasilkan memiliki karakter yang berbeda-beda.

Salah satu siswa kelas 6 SDN Samban 1, Daenara Alsina Safira, mengaku senang mengikuti kegiatan pemanfaatan limbah galon tersebut. Ia bahkan mengubah galon bekas yang digunakan menjadi bentuk angsa.

“Tadi bikin prakarya pot bunga dari limbah galon bekas. Saya bentuk menjadi angsa. Kegiatannya sangat seru, apalagi kakak-kakaknya. Kalau ada kegiatan seperti ini lagi pasti mau ikut. Pesan dan kesannya, semangat untuk kakak-kakak KKN,” ungkap Daenara.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengenalan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada siswa dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Siswa diajak memahami bahwa barang bekas tidak selalu harus langsung dibuang. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, barang tersebut masih dapat digunakan kembali untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Selain mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitasnya. Setiap siswa dapat memberikan sentuhan dan hiasan sesuai dengan ide masing-masing sehingga menghasilkan pot bunga dengan bentuk dan karakter yang beragam.

Bagi mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang Posko 28 Desa Samban, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian melalui edukasi lingkungan kepada generasi muda. Pemilihan siswa sekolah dasar sebagai sasaran kegiatan diharapkan dapat membantu menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, mahasiswa KKN ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan galon bekas menjadi pot bunga menjadi contoh nyata bahwa kreativitas dapat mengubah barang yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada saat pelaksanaan saja, tetapi dapat mendorong siswa untuk terus menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Dengan semangat “Dari Barang Bekas Menjadi Karya”, KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang Posko 28 Desa Samban  berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak dini.

  • 1. Falahut Tamam Al-Hasan, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas FTIK UIN Walisongo Semarang
    2. Azizah Selviana Febriyanti, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas FTIK UIN Walisongo Semarang
    3. Ellyana Rohmah, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas FDK UIN Walisongo Semarang

Pos terkait