Penyuluhan Pembuatan Eco Enzyme sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengelolaan Limbah Organik

MEDIAAKSI.COM – Tim KKN-T IPB University Desa Sirnarasa mengadakan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan eco enzyme di Kampung Adat Ciptarasa, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Program ini digagas sebagai upaya mengajak warga mengolah sampah dapur menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian, mengingat limbah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran selama ini masih dibuang begitu saja. Melalui kegiatan ini, tim mahasiswa berharap warga bisa mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang lebih bijak dan ramah lingkungan.

Pada hari pelaksanaan, acara dibuka dengan pengisian pre test oleh seluruh peserta untuk mengukur pengetahuan dan sikap awal mereka terhadap pengelolaan limbah organik. Setelah itu, tim menyampaikan materi mengenai pengertian, manfaat, dan prinsip pembuatan eco enzyme dengan bahasa yang santai agar mudah dipahami.

Beberapa ibu-ibu terlihat aktif mencatat dan bertanya di sela-sela penjelasan yang diberikan. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan eco enzyme secara langsung. Peserta diajak untuk mempraktikkan  proses pembuatan eco enzym di depan peserta lain dan di dampingi oleh tim mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar takaran bahan dan lama waktu fermentasi yang dibutuhkan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta berbagi cerita seputar kebiasaan mengelola sampah rumah tangga selama ini, sekaligus menyampaikan kendala yang mungkin dihadapi jika mempraktikkan eco enzyme secara mandiri di rumah. Tim mahasiswa turut memberikan tips sederhana agar proses pembuatan eco enzyme lebih mudah diterapkan dalam keseharian. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dengan beberapa ibu-ibu yang berbagi pengalaman pribadinya dalam mengurus sampah dapur.

“Respons ibu-ibu di sini bagus sekali, mereka aktif mencoba sendiri dan bertanya terkait takaran dan lama fermentasinya. Semoga eco enzyme ini bisa menjadi kebiasaan baru untuk mengurangi sampah dapur,” ujar Calysta.

Kegiatan kemudian ditutup dengan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan sikap peserta setelah mengikuti penyuluhan dan demonstrasi. Hasil pre test dan post test ini menjadi indikator keberhasilan program sekaligus bahan evaluasi bagi tim mahasiswa untuk kegiatan pengabdian berikutnya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi game. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta dan tim.

  • Parluhutan Situmorang, Teknologi Hasil Hutan Fahutan, IPB University

Pos terkait