Baznas Optimalkan Kualitas Amil Melalui Program Beasiswa Filantropi Islam

Baznas RI

MEDIAAKSI.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melakukan rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Program Beasiswa Baznas konsentrasi filantropi Islam guna memastikan efektivitas peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor zakat. Inisiatif strategis ini menyasar para pengelola zakat atau amil agar memiliki standar profesionalisme yang mumpuni dalam mengelola dana umat.

Kerja sama pendidikan ini melibatkan dua institusi pendidikan tinggi terkemuka, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hingga saat ini, program tersebut telah mencakup 112 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah di 19 provinsi di Indonesia.

Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menekankan bahwa investasi pada sektor pendidikan formal bagi para amil merupakan langkah jangka panjang untuk kemajuan pengelolaan zakat nasional. Ia menegaskan bahwa pengembangan kapasitas melalui pendidikan S2 dan S3 adalah upaya strategis agar zakat dikelola oleh individu yang memiliki keterampilan serta keilmuan yang memadai.

Bacaan Lainnya

“Untuk ke depan, memang kami berharap melalui program beasiswa pendidikan S2 dan S3 ini, zakat itu bisa berkembang dengan baik, yang dikelola oleh tangan-tangan yang terampil, yang profesional. Ini bagian dari investasi jangka panjang,” ujar Zainut pada Kamis (24/9/2026).

Fokus Pengembangan Kompetensi Amil

Program beasiswa ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik formal, tetapi juga memastikan setiap peserta memiliki standar kompetensi yang terukur. Direktur Sekolah Pascasarjana UIN, Zulkifli, mengungkapkan bahwa para mahasiswa diwajibkan mengikuti berbagai tahapan akademik, mulai dari publikasi karya ilmiah pada jurnal terindeks Sinta maupun Scopus hingga keterlibatan dalam konferensi internasional.

“Tahapan tersebut menjadi bentuk uji publik untuk mengukur kemampuan dan kompetensi peserta, dengan penilaian yang dilakukan oleh reviewer dan pengelola jurnal maupun forum akademik terkait. Alhamdulillah, sejauh ini, menurut pemantauan kami, secara umum berjalan baik dan berjalan lancar,” tutur Zulkifli.

Senada dengan hal tersebut, salah satu penerima beasiswa, Arif Budiman, menyampaikan apresiasi atas dukungan lingkungan akademik yang sangat kondusif. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan pascasarjana ini menjadi langkah krusial untuk mencetak amil yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di masa depan.

Pos terkait