MEDIAAKSI.COM – Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dilaporkan tengah melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aktivis yang menentang perkembangan teknologi AI. Laporan investigasi yang diterbitkan oleh The American Prospect menyebutkan bahwa perusahaan pengembang Claude AI ini mengumpulkan data untuk melacak potensi ancaman keamanan terhadap aset fisik mereka.
Kegiatan pengawasan ini diduga mencakup pelaporan aktivitas para aktivis kepada pihak kepolisian terkait dugaan kejahatan di masa depan atau *precrime*. Langkah ini memicu perdebatan luas mengenai privasi dan penggunaan data besar untuk memprediksi perilaku kelompok masyarakat yang kritis terhadap industri AI.
Pihak Anthropic secara tegas membantah tuduhan bahwa mereka sedang membangun sistem pengawasan prediktif untuk memantau aktivis. Dalam keterangan resminya, mereka menyatakan bahwa fungsi keamanan fisik tersebut diterapkan semata-mata untuk menjaga keselamatan karyawan, sebagaimana standar perusahaan global lainnya.
“Anthropic tidak pernah menyatakan sedang membangun sistem pengawasan prediktif untuk memantau aktivis, karena ini merupakan fungsi keamanan fisik yang fokus pada perlindungan karyawan, seperti yang dilakukan perusahaan besar lainnya dengan tenaga kerja global, sebagaimana disampaikan melalui email pada September 2026,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
Potensi Risiko Pengawasan Data
Kekhawatiran publik muncul seiring dengan adanya lowongan pekerjaan di Anthropic yang mencari spesialis intelijen perusahaan. Posisi tersebut bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan melacak ancaman global, termasuk di dalamnya kategori aktivisme, terorisme, dan tren keamanan lainnya.
Sejumlah pihak menilai bahwa keterlibatan perusahaan AI dalam memantau perilaku masyarakat berisiko mengaburkan batasan antara penegakan keamanan perusahaan dengan pembungkaman suara kritis. Terlebih lagi, perubahan kebijakan privasi Anthropic yang memungkinkan pembagian data percakapan pengguna kepada pihak kepolisian tanpa menunggu perintah pengadilan dinilai menjadi celah bagi praktik pengawasan yang melampaui prosedur hukum standar.
Situasi ini semakin kompleks mengingat Anthropic memiliki akses ke aliran data besar dari pengguna Claude AI. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai batasan sejauh mana perusahaan swasta diperbolehkan mengolah data publik dan privasi guna melaporkan individu kepada otoritas keamanan atas dasar prediksi ancaman di masa mendatang.






