KANALBERITA.COM – Sejumlah pakar menekankan pentingnya penguasaan soft skill bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan teknologi di Jakarta pada Selasa (2/6/2026). Langkah ini dinilai krusial karena nilai akademik atau IPK tinggi tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kesuksesan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan perubahan global.
Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial serta dunia profesional menjadi tuntutan utama bagi pemuda saat ini. Transformasi digital mengharuskan individu memiliki kompetensi nonteknis yang kuat agar tetap relevan dalam persaingan global yang semakin ketat.
Salah satu keterampilan inti yang diperlukan adalah kemampuan berkomunikasi dan membangun dialog konstruktif untuk menyelesaikan konflik. Selain itu, integritas dalam membangun kepercayaan menjadi pondasi penting bagi seseorang untuk mendapatkan dukungan dalam sebuah tim kerja atau organisasi.
Pembelajaran bagi calon pemimpin masa depan kini tidak lagi terbatas pada teori di bangku kuliah, melainkan juga dari pengalaman nyata para praktisi. Interaksi langsung dengan tokoh yang berpengaruh dalam sejarah memberikan wawasan lebih dalam mengenai kepemimpinan dan diplomasi yang efektif.
Pentingnya Pengalaman Nyata dalam Mengembangkan Kepemimpinan
Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, menegaskan bahwa bekal utama pemimpin masa depan berasal dari kombinasi pendidikan formal dan pelajaran dari tantangan besar di lapangan. Dalam acara Leadership Lecture ERIA School of Government, ia menyoroti bagaimana pengalaman tokoh dunia dapat menjadi inspirasi bagi anak muda.
“Generasi pemimpin masa depan tidak hanya perlu belajar dari buku, makalah kebijakan, dan ruang kelas, tetapi juga dari mereka yang mengalami langsung berbagai tantangan dan perubahan besar. Pengalaman Presiden Ramos-Horta dalam membangun perdamaian, mendorong diplomasi, dan memperkuat kerja sama kawasan memberikan pelajaran yang sangat relevan bagi kita saat ini,” kata Tetsuya Watanabe.
Dengan mengasah kemampuan adaptif dan mau belajar dari pengalaman orang lain, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan kompleks di masa depan. Fokus pada pengembangan diri secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menyongsong visi Indonesia Emas di masa mendatang.







