Semangat Baru di Desa Keji, KKN UPGRIS 2026 Resmi Mengabdi dan Siap Berkolaborasi

KKN Upgris

MEDIAAKSI.COM – Hari Rabu tanggal 14 Januari 2026 menjadi momentum penting dimulainya pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang di Desa Keji. Setelah mengikuti prosesi penerjunan di tingkat kecamatan, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 22 secara resmi melaksanakan penerjunan lanjutan di tingkat desa sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan penerjunan di Desa Keji dilaksanakan di Balai Desa dan berlangsung dengan suasana hangat serta penuh semangat kebersamaan. Kehadiran mahasiswa disambut langsung oleh jajaran perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa Keji, Ibu Iin. Momen ini menjadi ajang perkenalan awal antara mahasiswa dan pemerintah desa sebelum nantinya mahasiswa terjun langsung berinteraksi dengan masyarakat di berbagai dusun.

Dalam sambutannya, Ibu Iin menyampaikan harapan besar kepada mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 22 agar mampu beradaptasi dengan lingkungan desa dan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari seberapa jauh mahasiswa mampu membaur dan membangun kedekatan sosial.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat berharap mahasiswa dapat bergerak aktif, membaur dengan masyarakat, serta menjalankan program kerja dengan sebaik-baiknya. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa kegiatan, tetapi juga semangat baru bagi Desa Keji,” ujar Ibu Iin.

Ia menambahkan, Desa Keji memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, baik di bidang pendidikan, sosial, UMKM, maupun pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan perangkat desa menjadi kunci agar setiap program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lokal.

KKN UPGRIS Kelompok 22 didampingi oleh Ibu Noni selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sosial di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya fokus pada pelaksanaan program, tetapi juga mampu belajar dari pengalaman langsung di lapangan.

“Semoga dengan adanya KKN UPGRIS di Desa Keji, mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus membawa citra baik untuk desa. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang belajar, berkontribusi, dan meninggalkan kesan yang baik,” tutur Ibu Noni.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap profesional, sopan santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai almamater selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa merupakan representasi universitas yang membawa nama baik institusi sekaligus menjadi mitra strategis desa dalam upaya pemberdayaan.

Mahasiswa KKN Kelompok 22 menyatakan komitmennya untuk menyusun dan melaksanakan program kerja yang relevan dengan kondisi Desa Keji. Sebelum merancang program, mahasiswa akan melakukan observasi serta koordinasi dengan perangkat desa guna memetakan kebutuhan dan potensi yang ada. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menghasilkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Momentum penerjunan di tingkat desa ini menjadi simbol dimulainya perjalanan pengabdian, kolaborasi, dan pembelajaran antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, serta masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi, KKN UPGRIS Kelompok 22 siap berkontribusi secara optimal dalam mendukung pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Keji.

Melalui sinergi yang terjalin, diharapkan keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan. Desa Keji pun menyambut langkah awal ini dengan optimisme, berharap kolaborasi yang terbangun dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Penulis : Muhammad Syafanda, Universitas PGRI Semarang

Pos terkait