MEDIAAKSI.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ketangguhan bencana di Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung. Setelah sukses membentuk kerangka tim relawan, tim mahasiswa ini melanjutkan langkah taktis dengan menggelar dua agenda berkesinambungan pada pekan yang sama, yakni Penguatan Tata Kelola Organisasi pada Selasa (14/7/2026) dan Pelatihan Edukasi Keselamatan Kebencanaan yang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Magelang pada Kamis (16/7/2026).
Langkah penguatan kapasitas ini diawali dengan forum musyawarah tata kelola organisasi yang bertempat di Balai Desa Kemiren pada Selasa malam. Pertemuan yang dihadiri oleh anggota Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB), tim relawan baru, ibu-ibu PKK, dan perangkat desa ini berfokus pada penyelarasan peran antar-elemen masyarakat. Diskusi dinamis yang dipantik oleh Bapak Agung Winardani, selaku anggota lama OPRB, menghasilkan kesepakatan krusial terkait peleburan dan pembagian tugas. Forum menyepakati bahwa OPRB akan berfungsi sebagai induk organisasi yang berperan sebagai penasihat sekaligus pemikir rancangan program, sementara tim relawan akan menjadi motor penggerak di lapangan.
Strategi integrasi ini dilakukan untuk mencegah tumpang tindih tugas atau menghindari kondisi di mana satu warga merangkap terlalu banyak peran pokok. Dalam diskusi tersebut, tercapai pula perumusan jobdesc yang lebih tajam bagi masing-masing divisi relawan. Mulai dari Seksi Informasi dan Komunikasi yang bertugas mengoordinasikan jalur evakuasi, Seksi Logistik yang terpusat mengelola distribusi bantuan, hingga Seksi Keamanan yang memegang mandat krusial untuk menjaga keamanan wilayah kosong saat warga mengungsi. Selain itu, Seksi Humas juga ditugaskan secara spesifik untuk memastikan kelayakan fasilitas di lokasi pengungsian yang baru, seperti di wilayah Salam. Keseluruhan struktur operasional ini nantinya akan dipatenkan ke dalam satu Surat Keputusan (SK) yang terintegrasi.
Setelah fondasi organisasi diperkuat, tim PPK Ormawa BEM FKIP langsung membekali para relawan dan masyarakat dengan kemampuan teknis pertolongan pertama dua hari berselang. Bertempat di Balai Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, pada Kamis (16/7/2026) mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, agenda Edukasi dan Keselamatan Kebencanaan ini menghadirkan langsung para instruktur ahli dari PMI Kabupaten Magelang. Edukasi ini ditekankan pada pentingnya Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) sebagai bentuk pelayanan pra-rumah sakit yang krusial sebelum korban dievakuasi menggunakan ambulans.
Pelatihan dari tim PMI ini tidak hanya berupa pemaparan teori, melainkan juga praktik langsung untuk meluruskan berbagai miskonsepsi pertolongan pertama di masyarakat umum. Warga diajarkan teknik penilaian dini, mulai dari pengecekan denyut nadi hingga cara berinteraksi secara sadar dengan korban trauma. Edukasi ini juga menekankan etika medis dasar, seperti keharusan meminta persetujuan sebelum melakukan tindakan, serta larangan keras bagi warga awam untuk memvonis patah tulang atau kematian pada korban yang tidak merespon, melainkan hanya berstatus “mencurigai” indikasi tersebut.
Lebih jauh lagi, tim relawan dan warga dilatih teknik penanganan luka secara presisi menggunakan kain bersih. Berbagai simulasi dilakukan, mulai dari teknik silang untuk membalut luka kepala dan penanganan mimisan, hingga manajemen kondisi ekstrem. Edukasi spesifik juga diberikan terkait penanganan benda menancap pada luka tusuk yang pantang dicabut secara paksa, serta larangan menyedot bisa gigitan ular yang justru berisiko memperburuk keadaan. Rangkaian program yang komprehensif dari hulu ke hilir ini diharapkan mampu mencetak relawan Desa Kemiren yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga sigap, berani, dan berbekal ilmu keselamatan yang sesuai dengan standar medis kebencanaan.






