MEDIAAKSI.COM — Geliat digitalisasi ekonomi kini merambah hingga ke tingkat kelurahan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 18 UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar sosialisasi bertajuk “Branding Media Sosial dan Pembuatan Qris Untuk UMKM” yang diikuti antusias oleh warga dan pelaku usaha mikro, kecil,dan menengah (UMKM) di Kelurahan Kradenan, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini digelar sebagai respons atas perubahan gaya hidup masyarakat yang kian meninggalkan transaksi tunai, sekaligus upaya nyata mendekatkan UMKM lokal pada peluang pasar yang lebih luas melalui platform digital.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN Kelompok 18 UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto yang menyasar transformasi digital di tingkat akar rumput. Melalui sosialisasi ini, warga diajak melek terhadap dua hal yang kini menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku usaha untuk membangun identitas merek di media sosial dan menyediakan opsi pembayaran nontunai melalui Qris. Antusiasme warga terlihat sejak acara dimulai, dengan sebagian besar peserta yang merupakan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar wilayah kelurahan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Lurah Kelurahan Kradenan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya warga aktif bertanya selama sesi sosialisasi berlangsung, mengingat pembuatan Qris relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini yang semakin meninggalkan uang tunai. Cukup dengan membawa telepon genggam, transaksi jual beli kini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat tanpa perlu repot menghitung uang kembalian. Bapak Lurah juga berharap agar ilmu yang diperoleh dari sosialisasi ini tidak berhenti d ruangan saja, melainkan turut disalurkan kepada tetangga sekitar maupun pelaku UMKM lain yang belum sempat hadir, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Kradenan, bukan hanya oleh peserta yang datang pada hari itu.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh ketua kelompok KKN. Ia menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, di tengah kesibukan masing-masing mengurus usaha maupun rumah tangga. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila nantinya terdapat kekurangan dalam penyampaian materi, mengingat kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang masih terus belajar untuk menyampaikan ilmu secara sederhana dan mudah dipahami oleh warga dari berbagai latar belakang.
Memasuki materi inti, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah membantu UMKM Kelurahan Kradenan memperluas jangkauan pasar mereka, yang selama ini mungkin hanya mengandalkan pelanggan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin jarang membawa uang fisik, kehadiran QRIS diharapkan dapat membantu pelaku usaha tetap melayani pelanggan tanpa hambatan pembayaran, sekaligus tidak kehilangan calon pembeli hanya karena keterbatasan metode transaksi.
Materi kemudian berlanjut ke pembahasan branding media sosial. Dijelaskan bahwa branding merupakan proses membangun dan memperkuat identitas produk agar memiliki daya tarik tersendiri, sehingga calon konsumen lebih mudah mengenali dan pada akhirnya memilih produk tersebut dibandingkan produk pesaing. Sederhananya, branding adalah cara pelaku usaha memperkenalkan identitas produknya sendiri, dan hal ini bisa dikembangkan secara maksimal melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga WhatsApp, yang kini menjadi etalase digital bagi banyak usaha kecil.
Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN menyarankan warga untuk mulai dari hal-hal mendasar seperti pembuatan logo produk dan desain kemasan yang menarik, karena kedua elemen ini menjadi pintu masuk pertama yang memikat calon konsumen sebelum mereka mengenal lebih jauh kualitas produk itu sendiri. Pentingnya branding ditegaskan melalui tiga alasan utama: membedakan usaha dari kompetitor yang menjual produk serupa, meningkatkan nilai jual produk di mata konsumen, serta membuka peluang-peluang baru bagi perkembangan usaha ke depannya, termasuk kemungkinan menjangkau pembeli dari luar wilayah Kradenan.
Setelah membahas branding, materi bergeser ke QRIS sebagai salah satu media pembayaran digital yang kini banyak digunakan berdampingan dengan mobile banking dan e-wallet. Mahasiswa KKN memaparkan bahwa generasi muda saat ini cenderung lebih memilih transaksi nontunai dalam kesehariannya, sehingga keberadaan QRIS di setiap warung maupun usaha kecil akan sangat memudahkan calon konsumen dalam bertransaksi, sekaligus membuat usaha warga lebih siap menyambut pelanggan dari kalangan mana pun.
Tak hanya soal kepraktisan, QRIS juga menawarkan sejumlah manfaat konkret bagi pelaku usaha, di antaranya bebas dari kerepotan menyiapkan uang kembalian, terhindar dari risiko peredaran uang palsu, hingga pencatatan transaksi yang berjalan secara otomatis sehingga memudahkan pembukuan usaha tanpa harus mencatat manual satu per satu. Manfaat-manfaat ini disampaikan sebagai alasan mengapa QRIS kini menjadi kebutuhan, bukan lagi sekadar pilihan tambahan bagi pelaku UMKM.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN turut mengajak warga dan pelaku UMKM yang hadir untuk membuat akun GoPay dan DANA sebagai langkah awal menuju penggunaan QRIS. Guna mempermudah pemahaman, panitia juga menayangkan video tutorial langkah demi langkah pembuatan QRIS melalui aplikasi DANA, sehingga warga dapat langsung mempraktikkannya secara mandiri di rumah tanpa perlu bantuan pihak lain.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap warga dan pelaku UMKM di Kelurahan Kradenan dapat semakin siap menghadapi perkembangan zaman, khususnya dalam hal pemasaran digital dan sistem pembayaran nontunai. Dengan branding yang kuat dan kemudahan transaksi melalui QRIS, diharapkan UMKM setempat mampu bersaing lebih baik, menjangkau pasar yang lebih luas, serta memberi dampak positif bagi perekonomian warga sekitar dalam jangka panjang.
-
Atilla Shalza Tuzahro, Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto






