Edukasi Ecoprint Dorong Kreativitas Anak Kampung Adat Segunung melalui Potensi Lokal

MEDIAAKSI.COM – Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, tidak hanya memiliki kekayaan alam dan budaya, tetapi juga potensi ekonomi kreatif melalui UMKM batik ecoprint yang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Program Studi D-IV Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Workshop Ecoprint bagi anak-anak Kampung Adat Segunung pada 11 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bina Komunitas (BINKOM) bertema TOURISMATRIX yang bertujuan memperkenalkan budaya lokal sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda melalui pembelajaran berbasis praktik.

Workshop yang diikuti sekitar 15 anak ini memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai teknik dasar ecoprint dengan memanfaatkan daun sebagai motif alami pada media totebag. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal proses pembuatan ecoprint sekaligus memahami bahwa kekayaan alam di sekitar dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

Pemilik UMKM batik Kampung Adat Segunung mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan ecoprint kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal yang dimiliki desa.

Bacaan Lainnya

“Kami senang anak-anak dikenalkan dengan ecoprint sejak dini. Harapannya mereka tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses pembuatannya sehingga muncul rasa bangga terhadap produk lokal Kampung Adat Segunung,” ujar pemilik UMKM batik Kampung Adat Segunung.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis daun yang dapat dimanfaatkan sebagai motif alami, kemudian menjelaskan tahapan penyusunan pola hingga proses pencetakan pada media totebag. Setelah memperoleh penjelasan, peserta diberi kesempatan memilih daun, menyusun komposisi sesuai kreativitas masing-masing, dan mempraktikkan teknik ecoprint dengan pendampingan mahasiswa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang workshop berlangsung. Anak-anak aktif bereksplorasi dengan berbagai bentuk dan susunan daun untuk menghasilkan motif yang unik sesuai imajinasi mereka. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi selama kegiatan, setiap peserta diperbolehkan membawa pulang totebag ecoprint hasil karyanya.

Melalui workshop ini, mahasiswa berharap anak-anak Kampung Adat Segunung semakin mengenal dan mencintai budaya serta kekayaan lokal di lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan UMKM batik ecoprint sekaligus memperkuat identitas Kampung Adat Segunung sebagai desa wisata berbasis budaya.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengenalan dan penguatan potensi ekonomi kreatif berbasis UMKM lokal, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung desa wisata berkelanjutan.

  • Dia Eka Rosita Wati, Jurusan Manajemen Perhotelan, Universitas Airlangga

Pos terkait