Dukung Legalitas Usaha, Mahasiswa UNNES GIAT 16 Dampingi UMKM Desa Sukorejo Peroleh NIB

MEDIAAKSI.COM – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program UNNES GIAT 16 (Growing, Impactful, Awareness, and Teamwork) melaksanakan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sukorejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja individu yang bertujuan meningkatkan legalitas usaha serta mendorong daya saing UMKM melalui kepemilikan identitas usaha yang sah.

Salah satu UMKM yang mengikuti pendampingan adalah usaha minuman milik Bapak Atmo, Melek Tea. Pendampingan dilakukan secara langsung mulai dari pengecekan kelengkapan persyaratan, pengisian data melalui sistem Online Single Submission (OSS), hingga Nomor Induk Berusaha berhasil diterbitkan.

Sebelum pelaksanaan pendampingan, mahasiswa melakukan survei kepada sejumlah pelaku UMKM di Desa Sukorejo untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala yang dihadapi dalam pengurusan legalitas usaha. Hasil survei menunjukkan bahwa masih terdapat pelaku usaha yang belum memiliki NIB karena keterbatasan informasi mengenai prosedur pendaftaran serta adanya kekhawatiran bahwa kepemilikan NIB akan langsung dikenai kewajiban membayar pajak.

Untuk memastikan informasi yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mahasiswa UNNES GIAT 16 terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan instansi terkait yaitu DPMPTSP Kabupaten Pemalang mengenai prosedur pendaftaran NIB, persyaratan administrasi, mekanisme penggunaan sistem OSS, serta ketentuan perpajakan bagi pelaku UMKM. Langkah tersebut dilakukan agar proses pendampingan dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan informasi yang akurat kepada pelaku usaha.

Dalam proses pendampingan, mahasiswa membantu pelaku usaha menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), alamat surat elektronik (email), dan nomor telepon aktif yang terhubung dengan WhatsApp. Selanjutnya, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam melakukan pendaftaran melalui sistem OSS hingga NIB berhasil diterbitkan.

Futikhatul Muniroh, mahasiswa UNNES GIAT 16, menyampaikan bahwa legalitas usaha merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki oleh pelaku UMKM untuk mendukung pengembangan usaha.

“Masih ada pelaku UMKM yang belum mengurus NIB karena kurang memahami prosedurnya atau khawatir terkait pajak. Melalui pendampingan ini, kami ingin membantu memberikan informasi yang benar sekaligus mendampingi proses pendaftaran agar pelaku usaha lebih mudah memperoleh legalitas usahanya,” ujarnya.

Bapak Atmo mengapresiasi kegiatan pendampingan tersebut karena memberikan kemudahan dalam proses pengurusan NIB yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Menurutnya, adanya pendampingan secara langsung membuat proses pendaftaran menjadi lebih mudah dipahami dan dapat diselesaikan dengan lancar.

Melalui program pendampingan ini, mahasiswa UNNES GIAT 16 berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Sukorejo yang memiliki legalitas usaha sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses terhadap berbagai program pemberdayaan UMKM, serta mendukung pengembangan usaha yang berkelanjutan.

  • Futikhatul Muniroh, Jurusan Ilmu Politik Fakultas FISIP, Universitas Negeri semarang

Pos terkait