Anthropic Buka Program Beasiswa AI dengan Kompensasi Fantastis

Gambar Gravatar

MEDIAAKSI.COM – Perusahaan kecerdasan buatan terkemuka, Anthropic, resmi meluncurkan program beasiswa bertajuk Claude Corps yang menawarkan kompensasi sebesar US$85 ribu atau setara dengan Rp1,5 miliar per tahun bagi 1.000 peserta terpilih. Inisiatif yang didanai dengan anggaran awal mencapai US$150 juta ini bertujuan untuk membantu berbagai organisasi nirlaba dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam sistem operasional mereka.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis selama satu tahun di mana para peserta akan ditempatkan di setidaknya 400 organisasi nirlaba yang berbeda. Tugas utama para penerima beasiswa adalah mengidentifikasi peluang otomasi sekaligus meningkatkan efisiensi alur kerja melalui pemanfaatan produk kecerdasan buatan Claude.

Terkait mekanisme pendaftaran, pihak penyelenggara menetapkan syarat yang cukup inklusif bagi calon pelamar. Calon peserta wajib berusia minimal 18 tahun dan memiliki pengalaman kerja kurang dari dua tahun, tanpa adanya kewajiban latar belakang pendidikan formal atau keahlian teknis khusus di bidang ilmu komputer.

Pihak pengelola program menegaskan bahwa penempatan peserta akan difokuskan secara eksklusif di wilayah Amerika Serikat. Hal ini merujuk pada keterlibatan CodePath sebagai organisasi nirlaba berbasis di Amerika Serikat yang bertindak sebagai pemberi kerja resmi atau employer of record, sebagaimana dilaporkan pada Juni 2026.

Ketentuan Pendaftaran Claude Corps

Meskipun tawaran kompensasi yang diberikan sangat menarik, peluang bagi warga negara Indonesia untuk berpartisipasi dalam program ini dinilai sangat kecil. Mengingat lokasi penempatan kerja yang dipusatkan di Amerika Serikat serta status CodePath sebagai mitra operasional di wilayah tersebut, belum ada konfirmasi resmi dari Anthropic mengenai pembukaan akses bagi pelamar internasional.

Program ini mencerminkan langkah strategis perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar tenaga kerja di era otomatisasi. Langkah ini sejalan dengan pernyataan CEO Anthropic, Dario Amodei, yang menekankan potensi pergeseran lapangan kerja akibat perkembangan AI yang tidak terelakkan dan perlunya dukungan sistem ekonomi yang relevan bagi masyarakat di masa depan.

Pos terkait