Permudah Pemindahan Pasien, Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun Kembangkan Inovasi Electric Transfer Aid

MEDIAAKSI.COM – Di balik rutinitas pelayanan kesehatan, pemindahan pasien menjadi momen krusial yang menuntut ketelitian dan perhatian penuh. Aktivitas sederhana yang tampak sepele ini sesungguhnya menyimpan risiko besar, baik bagi pasien yang dipindahkan maupun tenaga medis yang melakukannya.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, aktivitas ini bukan hanya soal memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain, melainkan juga menjaga kenyamanan pasien serta mencegah cedera pada tenaga medis. Karena itu, pemindahan pasien kerap disebut sebagai salah satu titik kritis dalam praktik keperawatan dan pelayanan rumah sakit.

Untuk membantu menjawab kebutuhan tersebut, kami  mengembangkan Electric Transfer Aid, alat bantu pemindahan pasien berbasis elektrik yang dirancang untuk membuat proses transfer lebih mudah, terarah, dan praktis. Inovasi ini dikembangkan dengan menggabungkan sistem penggerak elektrik dan kendali berbasis sensor.

Bacaan Lainnya

Pada bagian grip, terdapat Force Sensitive Resistor (FSR) yang memungkinkan operator mengendalikan arah pergerakan alat. Tekanan pada sensor digunakan untuk mengatur gerakan maju, mundur, berbelok ke kanan dan kiri, hingga melakukan rotasi. Sementara itu, pengaturan ketinggian dilakukan melalui panel/LCD sehingga posisi alat dapat disesuaikan dengan kebutuhan saat proses pemindahan pasien.

Kami tidak hanya menekankan kemudahan pengoperasian, tetapi juga melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan kemampuan dan keamanan Electric Transfer Aid. Hasil uji menunjukkan alat mampu membawa beban hingga 95 kg dengan stabil, baik saat diam maupun bergerak maju, mundur, dan berbelok. Fitur elevasi diuji dengan pengangkatan hingga 50 cm dalam waktu sekitar 100 detik, sementara pengujian suhu motor selama 50 menit menunjukkan kenaikan dari 29°C menjadi 44,3°C tanpa gangguan operasional.

Aspek keselamatan juga diperhatikan melalui pengujian fitur Emergency Stop, yang terbukti efektif menghentikan motor saat tombol ditekan. Dari sisi penggunaan, alat dirancang agar dapat dioperasikan oleh satu orang dengan kendali grip untuk arah pergerakan dan panel LCD untuk pengaturan ketinggian. Hasil uji pengguna menunjukkan seluruh fungsi utama berjalan baik, meski operator tetap membutuhkan adaptasi dan pelatihan awal untuk terbiasa dengan sistem kendali.

Pengembangan alat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi terhadap permasalahan yang ditemui di bidang kesehatan. Ke depan, pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat terus meningkatkan kemudahan penggunaan dan optimalisasi kinerja alat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

  • Tim Electric Transfer Aid, Politeknik Negeri Madiun

Pos terkait