MEDIAAKSI.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk membekali diri dalam menghadapi tantangan era pekerjaan ramah lingkungan atau green job. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan adaptasi tinggi serta kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (30/8/2026), Stella menekankan bahwa sektor pekerjaan hijau membutuhkan tingkat kemampuan kognitif yang memadai. Untuk mencapai standar tersebut, perguruan tinggi diimbau agar memperkuat budaya riset atau research mindset sebagai fondasi utama bagi setiap mahasiswa.
Pentingnya pola pikir riset ini dijelaskan bukan semata-mata untuk mencetak lulusan menjadi peneliti, melainkan untuk melatih mahasiswa agar mampu merumuskan pertanyaan secara tepat dan menjawabnya secara sistematis berdasarkan data serta logika yang akurat. Menurut Stella, kapasitas ini akan menjadi modal utama bagi mahasiswa untuk terus berkembang di dunia kerja yang dinamis.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan pengimbasan atau exposure kepada mahasiswa mengenai ragam bidang pekerjaan hijau yang tengah berkembang, seperti energi panas bumi atau geotermal dan hidrogen alami. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dianggap sebagai kunci utama dalam mempercepat proses adaptasi ini.
Pentingnya Kolaborasi Industri
Pemerintah melalui Kemdiktisaintek menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi universitas dengan sektor industri. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan kursus, lokakarya, dan pengembangan metode pembelajaran praktis yang bisa diakses mahasiswa sejak mereka masih menempuh bangku pendidikan.
“Pintu kita di Kemdiktisaintek sangat terbuka untuk kita membuat kursus-kursus, metode-metode, workshop-workshop di universitas. Jadi jangan nunggu setelah lulus,” ujar Stella.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyoroti bahwa kehadiran green job tidak hanya menciptakan jenis pekerjaan baru, tetapi juga mentransformasi peran profesi yang sudah ada sebelumnya. Pekerjaan seperti teknisi listrik, operator produksi, hingga petugas keselamatan kerja kini dituntut untuk mendukung praktik usaha yang lebih berkelanjutan.






