MEDIAAKSI.COM – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, melaporkan lonjakan signifikan minat riset di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia pada tahun 2026. Peningkatan ini ditandai dengan membludaknya pengajuan proposal penelitian yang menunjukkan penguatan budaya akademik di lingkungan kampus.
Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah proposal riset yang masuk mencapai 127 ribu, angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 60 ribu proposal. Selain itu, partisipasi kampus dalam melakukan penelitian juga menunjukkan tren positif dengan jumlah institusi aktif yang kini mencapai 2.050 perguruan tinggi.
Fauzan menjelaskan bahwa kondisi tersebut berimplikasi pada persaingan mendapatkan pendanaan hibah yang semakin ketat. “Jika pada tahun sebelumnya sekitar satu dari tiga proposal memperoleh pendanaan, kini hanya sekitar satu dari delapan proposal yang berhasil mendapatkan hibah penelitian,” kata Fauzan saat membuka acara PAIR Sulawesi Annual Meeting di Makassar, Selasa (21/7/2026).
Pemerintah sendiri merespons antusiasme ini dengan menambah alokasi dana riset sebesar Rp4 triliun di luar anggaran rutin yang mencapai Rp8 triliun setiap tahunnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas riset nasional tetap terjaga dan memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi untuk Hilirisasi Riset
Pemerintah mendorong agar hasil-hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya sebatas publikasi ilmiah saja. Fauzan menekankan pentingnya hilirisasi riset agar inovasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan langsung oleh sektor industri dan masyarakat luas, seperti yang telah diterapkan pada sektor maritim di Sulawesi Selatan.
Untuk mencapai target tersebut, kolaborasi antara kampus besar dan perguruan tinggi daerah terus diperkuat. Sinergi ini diperlukan agar penelitian yang dilakukan memiliki pemahaman mendalam terhadap karakteristik wilayah lokal. Selain itu, pemerintah juga terus menjalin kemitraan internasional, termasuk dengan Australia, guna memastikan ekosistem riset nasional mampu berdaya saing global dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi serta sosial.






