Waspadai Gejala Nyeri Dada pada Usia Muda Sebagai Sinyal Bahaya Kesehatan

Gambar Gravatar

MEDIAAKSI.COM – Mayapada Hospital Surabaya menekankan pentingnya bagi kaum muda untuk tidak meremehkan keluhan nyeri dada karena bisa menjadi indikator adanya gangguan jantung yang serius. Fenomena ini dipicu oleh gaya hidup modern, tingginya tingkat stres, serta kurangnya aktivitas fisik yang kini banyak ditemukan pada masyarakat usia produktif di berbagai wilayah Indonesia.

Banyak kalangan muda sering kali mengabaikan nyeri dada dengan menganggapnya sebagai efek kelelahan atau masalah lambung biasa. Padahal, jika keluhan tersebut sering berulang dan disertai sesak napas, pemeriksaan medis segera sangat diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya.

Penyakit jantung pada usia muda tidak hanya disebabkan oleh faktor keturunan, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, serta diabetes. Selain itu, pola makan yang tidak sehat dan kurangnya olahraga berkontribusi besar dalam meningkatkan risiko komplikasi jantung di usia dini.

Penting bagi masyarakat untuk mengenali perbedaan gejala nyeri dada akibat otot, lambung, maupun jantung. Nyeri akibat otot biasanya berubah saat tubuh digerakkan, sementara gangguan lambung cenderung berkaitan dengan pola makan, berbeda dengan keluhan jantung yang sering terasa seperti tekanan berat atau tertindih.

Pentingnya Pemeriksaan Jantung Sejak Dini

Dokter Jeffrey D. Adipranoto dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan bahwa evaluasi medis sangat krusial bagi pasien muda yang mengalami gejala mencurigakan. “Nyeri dada yang muncul saat aktivitas, terjadi berulang, atau disertai gejala seperti sesak dan keringat dingin perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya secara tepat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai,” ujar dr. Jeffrey, Jumat (10/7/2026).

Sebagai langkah preventif dan kuratif, Mayapada Hospital Surabaya menyediakan layanan Heart & Vascular Center yang dilengkapi dengan fasilitas Chest Pain Unit. Fasilitas ini dirancang untuk melakukan pemeriksaan komprehensif bagi pasien yang mengalami keluhan nyeri dada, termasuk menangani kasus kegawatdaruratan jantung selama 24 jam penuh.

Dengan dukungan tim dokter spesialis dan subspesialis jantung, layanan ini menerapkan standar perawatan internasional untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang akurat. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan fitur kesehatan digital seperti aplikasi MyCare untuk memantau kondisi fisik secara berkala demi deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular.

Pos terkait