Kemdiktisaintek Ajak Pemerintah Daerah Berikan Beasiswa Pendidikan Kedokteran

Gambar Gravatar

MEDIAAKSI.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong pemerintah daerah untuk aktif menyediakan beasiswa pendidikan kedokteran guna mengatasi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap wilayah memiliki akses yang merata terhadap layanan kesehatan melalui pengembangan dokter lulusan daerah.

Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado (Unima) yang telah membuka kuota bagi 50 mahasiswa putra-putri daerah dengan dukungan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah di Sulawesi Utara. Menurutnya, skema ini merupakan solusi nyata yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan peran strategis perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menilai bahwa pembangunan sumber daya manusia di sektor kesehatan bukan sekadar pengeluaran biaya, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Pihaknya berencana mengadopsi model seleksi yang diterapkan oleh FK Unima untuk disebarluaskan ke berbagai fakultas kedokteran lain di Indonesia agar pemerataan dokter dapat segera terwujud.

Para penerima beasiswa diminta untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan maksimal sebagai amanah negara. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Brian dalam keterangannya yang dirilis di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Rektor Unima, Joseph Philip Kambey, menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa angkatan pertama dilakukan melalui jalur rekomendasi pemerintah kabupaten dan kota yang dipadukan dengan standar seleksi akademik nasional serta psikotes yang ketat. Proses seleksi tersebut didampingi oleh FK Universitas Brawijaya sebagai mentor untuk memastikan kualitas calon mahasiswa tetap terjaga.

Meskipun tersedia 50 kursi, pihak kampus tetap memprioritaskan standar kompetensi bagi calon mahasiswa. Pada tahap pertama, hanya 37 peserta yang berhasil memenuhi kriteria kelulusan, sementara sisa kursi akan diisi melalui proses seleksi lanjutan. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadikan FK Unima sebagai mercusuar keadilan kesehatan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.

Pos terkait