MEDIAAKSI.COM – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengumumkan perubahan signifikan pada program Artemis yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan. Perubahan ini melibatkan penambahan misi latihan sebelum upaya pendaratan awak di permukaan Bulan.
Semula, misi Artemis II direncanakan hanya mengorbit Bulan, diikuti pendaratan di Bulan melalui misi Artemis III pada tahun 2028. Namun, kini Artemis III akan fokus pada orbit Bumi rendah pada tahun 2027 untuk simulasi dok dengan wahana pendarat Bulan.
Evolusi Strategi Pendaratan Bulan NASA
NASA mengadopsi pendekatan bertahap dengan memperkenalkan misi tambahan ke orbit Bumi rendah sebelum pendaratan di Bulan. Langkah ini diambil untuk menguji teknologi dan mengurangi risiko.
Administrator NASA, Bill Nelson, menjelaskan bahwa penundaan misi Artemis II dari Maret ke April 2024 disebabkan oleh kebocoran helium pada roket Space Launch System (SLS). Roket tersebut kini sedang diperbaiki di Kennedy Space Center, Florida.
Perubahan strategi ini didorong oleh keinginan untuk menghindari jeda waktu yang panjang antar peluncuran, seperti yang diungkapkan administrator Jared Isaacman. Ia menekankan pentingnya pengujian sistem terintegrasi antara kapsul Orion dan wahana pendarat di lingkungan orbit Bumi rendah sebelum misi krusial ke Bulan.
“Anda tidak bisa beralih dari satu peluncuran tanpa awak (Artemis I), menunggu tiga tahun, mengelilingi Bulan (Artemis II), menunggu tiga tahun lagi, dan langsung mendarat di Bulan,” ujar Isaacman. Ia menambahkan bahwa pengujian ini juga memberikan kesempatan untuk mempersiapkan perlengkapan astronot sebelum digunakan di permukaan Bulan.
Meskipun demikian, salah satu komponen kunci pendaratan, yaitu wahana pendarat Bulan, masih dalam tahap pengembangan dan belum ditentukan secara pasti. SpaceX memiliki kontrak untuk membangun wahana pendarat ini, namun NASA juga meminta Blue Origin untuk mengajukan rencana percepatan pengembangan wahana pendarat Bulan.
NASA menargetkan pendaratan di Bulan pada tahun 2028, dengan potensi satu atau bahkan dua pendaratan dalam misi Artemis IV dan V. Perubahan ini sejalan dengan meningkatnya persaingan global dalam eksplorasi Bulan, terutama dari Tiongkok yang berambisi mendarat di Bulan pada tahun 2030.







