Mendikdasmen : Kuasai AI dengan Etika Digital demi Masa Depan Pendidikan

MEDIAAKSI.COM –  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan (AI) yang dibarengi dengan kompetensi dan keadaban digital dalam menghadapi transformasi pendidikan. Hal ini disampaikan mengingat AI kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban manusia.

Menurut Mendikdasmen, penguasaan digital saja tidak cukup, melainkan harus diiringi dengan kesadaran etika digital. Tanpa landasan etika, pemanfaatan AI berpotensi menimbulkan permasalahan sosial baru. Perkembangan AI telah merambah berbagai sektor, termasuk pendidikan, riset, dunia kerja, hingga cara memperoleh dan mengolah informasi. Kajian global menunjukkan bahwa meskipun AI dapat menggantikan beberapa jenis pekerjaan, di sisi lain teknologi ini juga membuka berbagai peluang baru bagi mereka yang mampu menguasainya.Pihaknya menekankan bahwa generasi muda harus dipersiapkan agar tidak tertinggal di era digital ini. “Yang terdampak adalah mereka yang tidak menguasai teknologi. Tetapi mereka yang menguasai AI justru akan menjadi semakin berdaya. Karena itu, pendidikan memiliki peran strategis untuk memastikan generasi muda tidak tertinggal,” ujar Mendikdasmen Mu’ti.

Ia menambahkan bahwa AI bekerja dengan menghimpun dan merangkum data yang diunggah manusia. Oleh karena itu, validitas dan kebenaran informasi menjadi krusial. Jika data yang masuk tidak akurat atau tidak etis, keluaran AI pun berpotensi menyesatkan. “AI bisa sangat cerdas, tetapi ia tidak memiliki hati dan kesadaran moral. Maka tanggung jawab manusialah untuk memastikan bahwa apa yang diunggah, diproduksi, dan disebarkan melalui AI adalah sesuatu yang benar dan baik,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Integrasi AI dan Karakter dalam Kurikulum Pendidikan

Mendikdasmen juga menyoroti maraknya manipulasi digital seperti pemalsuan gambar, suara, dan narasi yang dapat merusak reputasi seseorang, terutama di era serba cepat ini di mana konten cenderung dikonsumsi secara dangkal.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mulai mengintegrasikan AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah, dimulai dari kelas V SD. Kebijakan ini dirancang secara bertahap agar selaras dengan kesiapan guru dan infrastruktur pendidikan yang ada.

Selain penguasaan teknologi, Kemendikdasmen tetap menjadikan pendidikan karakter dan nilai sebagai fondasi utama. Nilai-nilai tersebut tidak diajarkan sebagai mata pelajaran terpisah, melainkan diintegrasikan dalam seluruh proses pembelajaran dan budaya sekolah.

 

Pos terkait