MEDIAAKSI.COM Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran Karakter”. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter serta sikap multikultural kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan, edukatif, dan kontekstual.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sukosari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Sasaran kegiatan adalah anak-anak Sekolah Dasar dengan rentang usia 7 hingga 12 tahun. Sebanyak 17 anak mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Tim pengabdian diketuai oleh Ifa Zulfatul Khoiriyah, dengan anggota Erlinda Astutiningtyas, Taufiq Bahrul Ilma, Vyen Trisma Ayu Cahya, dan Maulana Rahman Putra.
Pemilihan permainan tradisional sebagai media pembelajaran dilatarbelakangi oleh kondisi sosial saat ini, di mana anak-anak semakin akrab dengan permainan digital dan cenderung meninggalkan permainan berbasis budaya lokal. Padahal, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mengajarkan kebersamaan, kerja sama, kejujuran, sportivitas, toleransi, serta sikap saling menghargai. Oleh karena itu, mahasiswa PPKn UNISBA Blitar berupaya menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai sarana pembelajaran karakter yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan permainan tradisional kepada peserta. Mahasiswa menjelaskan aturan permainan secara sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Selanjutnya, anak-anak diajak untuk mempraktikkan permainan secara berkelompok dengan pendampingan langsung dari mahasiswa. Dalam proses ini, anak-anak dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, serta mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak aktif, berani berinteraksi, dan menikmati setiap permainan yang dilakukan. Melalui aktivitas bermain, mereka belajar untuk saling mengenal, menghargai perbedaan usia, serta membangun sikap toleransi dan empati terhadap sesama teman. Nilai-nilai tersebut tumbuh secara alami tanpa adanya tekanan, karena disampaikan melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.
Tidak hanya fokus pada kegiatan bermain, mahasiswa juga memberikan pemaknaan terhadap nilai-nilai karakter yang terkandung dalam setiap permainan. Setelah permainan selesai, anak-anak diajak berdiskusi ringan dan melakukan refleksi sederhana. Mahasiswa menanyakan pengalaman yang dirasakan anak-anak, sikap apa yang mereka pelajari, serta bagaimana menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respons yang sangat positif. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, mampu bekerja sama dalam kelompok, serta mulai memahami pentingnya sikap jujur, disiplin, dan saling menghormati. Interaksi sosial antar peserta juga terlihat semakin baik, terutama dalam hal komunikasi dan kebersamaan. Selain itu, anak-anak menjadi lebih mengenal dan menghargai permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal yang patut dilestarikan.
Bagi mahasiswa, kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga belajar menjadi pendamping, motivator, dan teladan bagi anak-anak. Kegiatan ini sekaligus melatih kepekaan sosial, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan permainan tradisional dapat menjadi alternatif media pembelajaran karakter yang efektif dan relevan dengan kehidupan anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan serta toleransi di lingkungan masyarakat.
Penulis : Zulfatul Khoiriyah, Universitas Islam Balitar Blitar







