MEDIAAKSI.COM – Keterbatasan ruang bukan hal yang asing bagi sebagian lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia. Kondisi setiap lembaga yang berbeda membuat pendidik perlu memiliki kreativitas dalam mengelola lingkungan belajar agar tetap mampu menghadirkan pengalaman bermain yang bermakna bagi anak.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan pembelajaran berbasis sentra. Pembelajaran sentra membutuhkan pengaturan lingkungan yang mendukung anak untuk mengeksplorasi berbagai kegiatan bermain. Namun, tidak semua lembaga memiliki ruang kelas yang luas untuk menata berbagai area bermain secara optimal.
Menjawab kondisi tersebut, Gelaran Sentra Main (GSM) hadir sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran anak usia dini. Konsep ini menawarkan fleksibilitas dalam menghadirkan kegiatan bermain berbasis sentra. Kegiatan tidak harus bergantung pada satu ruangan yang luas, melainkan dapat disesuaikan dengan ruang, lingkungan, dan sumber belajar yang tersedia.
Melalui Gelaran Sentra Main, pendidik memiliki kesempatan untuk merancang kegiatan bermain yang dapat dihadirkan dalam berbagai kondisi. Fleksibilitas tersebut memungkinkan pengalaman bermain berbasis sentra tetap diberikan kepada anak tanpa menjadikan keterbatasan ruang sebagai hambatan utama.
GSM juga mendorong pendidik untuk lebih kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran. Setiap kegiatan dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik anak, serta kondisi lingkungan lembaga. Dengan perencanaan yang tepat, ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pengalaman bermain dan belajar anak.
Pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran yang fleksibel. Media digital dapat membantu pendidik menciptakan aktivitas pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Wordwall, yang memungkinkan pendidik mengembangkan berbagai aktivitas sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan anak.
Namun, penggunaan media digital tetap perlu ditempatkan sebagai pendukung kegiatan pembelajaran, bukan sebagai pengganti pengalaman bermain secara langsung. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat memperkaya kegiatan belajar sekaligus membantu pendidik mengembangkan berbagai ide pembelajaran yang lebih kreatif.
Konsep Gelaran Sentra Main dan pemanfaatan media digital tersebut menjadi bagian dari kegiatan Seminar, Lokakarya, dan Pendampingan Lembaga dalam Implementasi Gelaran Sentra Main Berbasis Media Digital dan Modul Ajar Deep Learning. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pendidik PAUD. Pelaksanaannya diketuai oleh Prof. Dr. Yuliani Nurani, M.Pd bersama dua anggotanya, yaitu Catur Wulandari, M.Pd., dan Niken Pratiwi, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa PG PAUD FIP UNJ, yaitu Aprilya Maulani, Firda Al Fath Nugraha, Ghaida Mujahidah, dan Puja Istiqoma. Melalui kegiatan tersebut, pendidik BKB di Kecamatan Pulo Gadung memperoleh kesempatan untuk mengenal konsep Gelaran Sentra Main serta melihat berbagai kemungkinan penerapannya dalam pembelajaran anak usia dini. Pendidik juga diajak untuk mengembangkan gagasan pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lembaga masing-masing.
Pengenalan terhadap GSM menjadi penting karena pembelajaran berbasis sentra tidak selalu harus berlangsung dalam kondisi ruang yang ideal. Lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan secara kreatif sebagai bagian dari kegiatan bermain anak. Dengan demikian, pendidik dapat menghadirkan pengalaman bermain yang beragam meskipun memiliki keterbatasan sarana dan ruang.
Pada akhirnya, Gelaran Sentra Main menawarkan perspektif baru dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis sentra. Kegiatan bermain dapat dirancang secara lebih adaptif dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan anak. Pendekatan ini memberikan peluang bagi pendidik untuk menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pendidik PAUD, inovasi seperti Gelaran Sentra Main diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan sesuai dengan konteks masing-masing lembaga. Sebab, keterbatasan ruang seharusnya tidak membatasi kesempatan anak untuk bermain, bereksplorasi, dan belajar.
-
Aprilya Maulani, Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta,






